02
Nov
11

Film : Mana yang menarik ? Karakter, Aktor, Kemasan atau Cerita?

Film : Mana yang menarik ? Karakter, Aktor, Kemasan atau Cerita?

Saya merupakan orang yang sulit terlepas dari menonton. Baik itu menonton televisi ataupun laptop pribadi yang notabenenya sudah dipenuhi oleh berbagai film baik film yang sekali habis seperti film bioskop atau film yang bersambung panjang hingga ke beberapa season. Menonton ini saya lakukan untuk memenuhi keinginan diri saya yang cepat bosan dalam mengerjakan sesuatu.  Kebosanan ini pula yang membuat kegiatan apapun selalu saya lakukan dengan film atau televisi menyala.

Dari sebuah film, apa yang sering kali membuat anda menyukai film tersebut? Karakter, Aktor, Kemasan atau Ceritanya?

Bagi saya keempat hal di atas sangatlah penting. Kenyataannya banyak film yang saya tonton hanya dari aktornya yang merupakan aktor favorit saya atau dari ceritanya yang saya tahu bagus. Harry Potter misalnya, saya merupakan penggemar berat ketujuh buku Harry Potter dimana saya telah membaca semuanya bahkan hingga menghapalkan mantera atau hal-hal kecil hingga bahan-bahan ramuannya. Kenyataannya, film Harry Potter menurut saya tidaklah sebagus bukunya, khususnya di beberapa seri. Filmnya tidak mampu mengangkat kedalaman karakter dan kejadian yang dapat dideskripsikan dengan lengkap oleh JK. Rowling. Namun walau mengetahui ini, sudah menjadi ‘tradisi’ bagi saya untuk segera menonton film ini jika keluar serinya.

Secara cerita, Harry Potter mengangkat cerita yang sangat menarik dan seru untuk dibaca. Dimana sang karakter utama bukanlah seseorang yang kuat namun masih harus berjuang untuk hidup. Bagi saya, yang membuat cerita Harry Potter sangatlah unik adalah bagaimana JK Rowling menaruh beberapa petunjuk untuk beberapa buku ke depan dalam detail yang mudah sekali terlewat pada saat kita membacanya. Detail ini lah yang sulit ditunjukkan dalam filmnya.

Film yang saya tonton karena aktornya kebanyakan film jepang atau korea yang menunjukkan aktor favorit saya. Film seperti ini seringkali cerita dan kemasannya kurang bagus namun masih dapat membuat saya berteriak atau menangis karena alasan yang subjektif. Pemilihan aktor dalam film sangatlah penting menurut saya. Beberapa film yang memiliki cerita bagus kurang saya minati karena aktornya yang kurang ‘ganteng’ atau kurang ‘cantik’.

Kemasan dalam film juga sangatlah penting. Film dengan aktor dan cerita yang bagus akan kurang menarik jika sang sutradara kurang mampu mengemas film itu dengan menarik. Hal ini terbukti dalam salah satu film yang saya tonton. Film ini menggunakan efek kamera yang digoyang-goyangkan sehingga membuat saya menjadi pusing dan malas menonton. Ada juga film yang terlalu gelap dengan alur cerita yang lama sehingga saya menjadi bosan dan berhenti menonton.

Yang terakhir dan yang menurut saya cukup penting adalah karakternya. Saya sangat menyukai film dimana karakter si aktor dalam film tersebut sangat manusiawi, kuat, rumit namun tetap menggugah simpati. Menurut saya, film dimana si antagonis dan protagonisnya sulit ditebak lebih menyenangkan untuk ditonton dari pada film dimana kita bisa melihat siapa penjahatnya dari awal menonton. Mungkin hal ini karena kebiasaan saya yang cenderung berusaha menganalisis seseorang apabila melihatnya. Saya menyukai film yang menunjukkan sisi manusia. Dimana tidak menunjukkan karakter protagonis yang sangat baik, namun menunjukkan karakter protagonis yang berubah menjadi antagonis karena kerasnya kehidupan.

Salah satu serial televisi yang saya sukai dalam hal ini adalah Supernatural dan Lie to Me. Dalam serial televisi Supernatural, dapat terlihat kerumitan kepribadian si karakter utama (Sam dan Dean Winchester) yang akan sulit dimengerti apabila kita tidak menonton secara lengkap dari awal seri. Akan sulit mengerti mengapa seseorang memiliki penghargaan terhadap diri sendiri yang rendah apabila anda tidak mengetahui bahwa orang tersebut tumbuh dengan doktrin bahwa ia harus selalu menjaga adiknya. Hal ini terjadi pada karakter Dean Winchester.

Dalam serial Lie to Me, yang paling menarik adalah bagaimana manusia memiliki insting untuk berbohong dan bagaimana kebohongan ini dapat membawa musibah. Selain itu disini kita juga diberitahu untuk memperhatikan detail dan tidak hanya melihat sesuatu dari apa yang terjadi di luar tetap juga mengapa itu terjadi.

Keempat alasan diataslah yang menurut saya membuat sebuah film menjadi menarik dan saya pribadi lebih menyukai alasan yang terakhir. Bagaimana pendapat Anda? Apa yang menurut Anda paling menarik dari sebuah film?

-Annisa-


3 Responses to “Film : Mana yang menarik ? Karakter, Aktor, Kemasan atau Cerita?”


  1. November 3, 2011 at 1:36 pm

    Sebenarnya masalh yang mana yang menarik itu sangat subjektif.
    Kalau saya pribadi, saya tidak mengaktegorikan apa yang harus bagus, tapi biasanya saya suka dengan film yang mampu “menarik” saya merasa terlibat dalam film itu, karena itu untuk kemasan selama itu tidak benar-benar membuat pusing, saya masih bisa menerima, kalau aktor saya tidak bermasalah masalah ganteng atau tidak ganteng, menurut saya yang terpenting adalah kemampuan akting seseorang.
    Pernah dengar yang namanya under rated atau over rated, kalau under rated, biasanya film yang bagus, tapi kurang diapresiasi, kalau over rated itu yang film yang biasa aja, tapi terlalu diapresiasi tinggi, hal ini mungkin karena orang sangat subjektif dalam menilai masalah karakter aktor kemasan dan cerita.
    Intinya sih kalau menonton itu nikmatin aja. Hehe

    • 2 joejoesensei
      November 3, 2011 at 1:49 pm

      Makanya saya juga mengatakan ini atas nama saya pribadi, bukan secara universal. Pada akhirnya saya bertanya apa pendapat anda mengenai film dan apa yang paling anda sukai bukan? Saya menyatakan bahwa saya bisa menyukai keempat faktor diatas atau salah satunya saja. Subjektif memang.

  2. November 5, 2011 at 9:43 pm

    menurut saya secara pribadi, semua faktor-faktor yang anda angkat tersebut saling berkaitan dan mempengaruhi. namun tidak telepas bahwa hanya dengan satu hal saja, film tersebut akan menjadi sangat menarik. Film Titanic misalnya, dengan pemeran seperti Leonardo Dicaprio dan Kate Winslet. Pada saat itu, mereka masih bukanlah aktor yang terkenal, bahkan bisa dibilang hanya segelintir orang yang mengenal mereka. Namun dengan cerita serta kemasan yang begitu menarik, film tersebut menjadi film terlaris sepanjang masa (sebelum dilengserkan oleh Avatar). Hal ini membuktikan bahwa bukan hanya aktor yang cantik atau tampan juga yang menjadi faktor mutlak larisnya sebuah film. Saya juga pernah menonton film tanpa suara, Namun film tersebut begitu menariknya hingga membuat saya terus menontonnya hingga habis. Dan sekali lagi, menurut saya semua faktor tersebut saling berkaitan dan saling mendukung, namun tidak berarti salah satu faktor tidak bisa menonjol sendiri.=)


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: