02
Nov
11

indah untuk siapa?

Dalam kesehariannya manusia akan selalu menilai, dan merasakan tempat atau lingkungan sekitar mereka berada. Hal tersebut terjadi karena perasaan yang dimiliki oleh manusia itu sendiri. Keindahan adalah salah satu hal yang dapat dicerna oleh perasaan kita sebagai manusia. Sebuah penilaian akan sesuatu yang kita lihat, rasakan, dan mudah dipahami.

Namun jika dilihat lebih dalam lagi, keindahan tersebut ternyata bersifat relatif bagi setiap manusia. Keindahan yang ingin saya angkat dalam artikel ini adalah keindahan lingkup yang paling dekat dari kehidupan tiap-tiap manusia, yang meliputi tempat tinggal dan lingkungan aktifitas manusia secara ruang.

Dalam kehidupan nyata saat ini, kita semua mengetahui bahwa banyak sekali bangunan-bangunan hunian, gedung-gedung perkantoran, serta fasilitas lainnya yang membentuk ruang dan memang dibuat sedemikian rupa sehingga terbentuklah sesuatu yang memang dapat dikatakan indah untuk dilihat dan dirasakan.

Namun disisi lain, masih ada manusia-manusia yang belum bisa merasakan apa yang dirasakan oleh manusia dengan keadaan diatas. Di daerah perkotaan seperti Jakarta misalnya, ditengah lautan bangunan-bangunan modern masih terdapat area yang bagi beberapa orang dianggap kumuh dan tidak layak untuk ditempati. Namun jika kita tilik lagi, bagi orang-orang yang mendiami dan tinggal di area “kumuh” tersebut, mungkin bukan keinginan mereka untuk mendiami serta melakukan aktifitas keseharian ditempat “kumuh” seperti itu, namun mungkin tempat itu adalah tempat yang cukup indah bagi mereka menjalani kesehariannya.

Dari kenyataan tersebut, menurut saya keindahan memang akan ada dan tercipta karena manusia itu sendiri. Walaupun dengan keadaan yang kontradiktif sekalipun, tergantung bagaimana manusia itu menciptakan, menilai, dan merasakan sebuah keindahan yang ada di ruang keseharian hidup mereka.


1 Response to “indah untuk siapa?”


  1. January 15, 2012 at 11:19 pm

    betul juga ya… jadi definisi keindahan itu relatif dalam setiap pandangan manusia… kondisi slum yang dialami oleh sebagian warga kota bisa jadi tetap terasa indah bagi mereka… atau lebih tepatnya mungkin nyaman untuk saat ini… bukankah pada intinya manusia akan erus berupaya melakukan perbaikan agar lebih baik dari kondisi saat ini…


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: