02
Nov
11

Musik dalam Kehidupan

Musik dalam Kehidupan

Tanpa kita sadari, musik telah menjadi kebiasaan yang mengiringi kita setiap hari. Saya pribadi setiap hari tidur dengan mendengarkan musik, bangun tidur dengan disambut oleh acara musik di televisi, dan juga berkegiatan dengan sesekali mendengar musik.

Musik sendiri tidak hanya harus berupa lagu, bisa juga berupa suara tawa, atau deruan angin.  Coba anda sadari sendiri, setiap anda beraktivitas, anda pasti mendengar seruan, suara tawa, atau obrolan menggosip dari orang-orang di sekitar anda. Menurut saya ini merupakan bagian dari musik alam dimana walaupun tidak dirancang dengan baik namun masih memiliki nada, intonasi, dan juga kekayaan jenis suara.

Musik yang anda dengar setiap hari dapat mempengaruhi mood anda nantinya. Misalnya dengan mendengar orang berseteru, anda dapat merasa terganggu, kesal atau ketakutan. Sama juga dengan mendengar musik klasik. Beberapa orang merasa rileks dan tenang apabila mendengarnya, namun ada orang yang langsung merasa ngantuk saat mendengarnya. Hal ini terbukti jelas disaat saya menyalakan musik klasik opera saat mengerjakan di studio. Bagi saya, musik ini mampu merangsang imajinasi di otak saya, namun bagi beberapa teman saya, musik ini malah membuat mereka mengantuk dan malas bekerja.

Selera musik seseorang pun terkadang mencerminkan kepribadian orang tersebut. Misalnya preman seringkali di sambungkan dengan musik rock, orang yang suka musik jazz seringkali dianggat orang yang suka inovasi dan orang yang kreatif. Namun menurut saya pemahaman seperti ini tidak begitu akurat karena tidak semua orang hanya menyukai satu macam musik dan beberapa orang menyukai musik tersebut bukan karena alasan selera namun karena alasan pribadi. Saya sendiri merupakan orang yang suka berbagai macam musik, dari klasik opera hingga rock. Secara analitis, saya menganggap ini sebagai cerminan kepribadian saya yang cepat bosan, mudah meledak dan mudah melankolis juga.

Sempat saya dan beberapa teman saya berusaha menyambungkan musik dengan kepribadian seseorang, dalam hal ini musik tersebut adalah lagu. Kami menyebutnya mencara soundtrack untuk orang tersebut. Hasilnya pun lucu dan beragam, ada teman saya yang menurut kami cocok dengan lagu C.I.N.T.A dari bagindas karena ia sedikit alay, ada yang cocok dengan lagu I Heart You dari Smash, bahkan ada yang cocok dengan lagu dangdut. Hal ini membuat saya berpikir bahwa menurut saya, musik merupakan bukti keberagaman kehidupan sehari-hari manusia. Dalam musik menaikkan satu kunci nada saja dapat mengubah seluruh tangga nada, begitu pula yang terjadi apabila kita mengubah keputusan atau kebiasaan kita. Musik secara tidak langsung menjadi cerminan keseharian dan kepribadian kita, dan juga mengiringi hari-hari kita.

-Annisa-


4 Responses to “Musik dalam Kehidupan”


  1. November 7, 2011 at 5:51 pm

    Yup saya setuju.. Selain mempengaruhi mood, untuk beberapa orang seperti saya malah kebalikannya, justru musik yang saya dengarkan itu menggambarkan mood saya.
    Terkadang saat mood saya sedang bagus, saya bisa mendengarkan segala jenis musik, dari yang mellow, sampai yang rock. Tapi saat mood yang sedang down, saya cenderung menghindari musik-musik mellow, karena biasanya akan mebuat saya semakin sedih atau lainnya.

  2. November 13, 2011 at 8:50 pm

    Saya setuju dengan pendapat Anda bahwa musik dapat menggambarkan pribadi kita. Walaupun terlihat ada yang bertolak belakang dengan keseharian orang tersebut, misal orang yang pendiam dan tenang ternyata menyukai musik rock dan metal, tetapi sebenarnya musik itu menggambarkan kepribadian yang lebih dalam lagi dari yang terlihat di kesehariannya, yaitu sebenarnya orang tersebut mudah berbicara. Jadi musik memang bisa menggambarkan kepribadian orang.
    Lalu, saya juga sependapat dengan Anda bahwa musik dapat merangsang mood dan semangat. Ketika saya mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi dan pemikiran, saya lebih memilih musik instrumental yang tergolong “tenang”. Ketika mengerjakan sesuatu yang membutuhkan tenaga lebih, saya mendengar musik dengan beat cepat.

  3. December 25, 2011 at 9:05 pm

    saya sangat menyukai musik, menurut saya musik adalah kebutuhan dan hal ini berhubungan dengan lingkungan kita tinggal juga. Ayah saya menyukai musik-musik Hard Rock tahun 70′-80’an, sejak saya masih kecil saya melihat berbagai koleksi cd musik ayah saya dan ikut juga mendengarkan. Setiap hari mendengarkan alunan lagu yang se-genre membuat saya menyukai jenis musik ini. Dalam hal ini ayah saya telah mempengaruhi saya untuk suka musik terutama jenis musik rock. Musik akhirnya menjadi hobi dan kebutuhan saya yang harus dipenuhi setiap harinya.

  4. December 29, 2011 at 11:04 am

    Selain itu, menurut saya musik dapat membentuk perilaku dan kepribadian seseorang. Musik yang cenderung keras akan mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi lebih agresif, begitupun sebaliknya. Namun perlu diingat hal ini sangat relatif untuk tiap orang.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: