02
Nov
11

Twitter as a …

Twitter adalah salah satu sosial media yang sedang in dalam komunitas masyarakat perkotaan besar sekarang ini. Secara fisik untuk penulis, kita dapat memaparkan wacana yang dibatasi 140 karakter saja dan dapat menyelipkan media gambar dan juga lokasi kita ketika men-‘tweet‘. sedangkan untuk follower-nya (pembaca) kita dimudahkan dengan adanya pembatasan karakter untuk mengakses berbagai informasi dengan cepat dan secara singkat. Para pelaku bisnis melirik twitter sebagai media marketing yang menjajikan karena melihat Indonesia adalah negara terbesar ketiga yang memiliki account Twitter. Hal itu menjadi keuntungan tersendiri untuk dunia bisnis Indonesia, nama Indonesia mulai dikenal dengan mention dari bintang-bintang lawas internasional, seperti Oprah, dan Joy Madden, Justin Bibber, dan lainya.

Image and video hosting by TinyPic

Sehingga bagi mereka, memiliki account twitter menjadi hal utama yang harus dimiliki. Berbagai kemudahan kita dapatkan seperti melihat jadwal film, event-event yang berlangsung di kota, promo-promo diskon, dan sebagainya.

Image and video hosting by TinyPic

Bahkan informasi yang disampaikan melalui twitter account selebritas yang memiliki banyak follower, sebut saja Raditya Dika, Sherina Munaf, Pevita Pearce, Nicholas Saputra, akan lebih mudah dicerna dan menyebar luas dibanding dengan informasi yang disebarkan di baliho pinggir jalan.

Image and video hosting by TinyPic

Bahkan Bagian Promosi MRA Group (CosmoGIRL, Trax Magazine, AMICA, BAZAAR) mengatakan bahwa promosi di twitter akan lebih berharga tinggi dibandingkan dengan media cetak, bisa menyentuh angka dua puluh lima juta rupiah. Bayangkan, begitu besar pengaruhnya! Dari hal tersebut, muncul pertanyaan,  apakah twitter menjadi hal pendukung untuk promosi media cetak atau sekarang perannya justru twitter merupakan subjek utama dan media cetak menjadi hal pendukung, atau bahkan sudah bisa digantikan dan dihilangkan sama sekali dengan sosial media online lainnya? Dengan adanya twitter, informasi yang hanya datangnya sebulan sekali melalui mediak cetak, ternyata bisa didapatkan setiap hari dengan mudah dan minim biaya, apakah kita masih membutuhkan sebuah sistem media cetak untuk menyampaikan informasi? Justru dengan sesuatu hal yang terlihat dibatasi, ternyata kita malah mendapat informasi yang tak terbatas.

Image and video hosting by TinyPic

Pada account twitter mungkin sering kita mendengar istilah hashtag (#). salah satunya #livetweet di mana suatu event melakukan hashtag live tweet untuk melaporkan event secara langsung dengan twitter. Sehingga diharapkan follower (pembaca) mendapatkan informasi yang kurang lebih sama dengan yang hadir di tempat secara langsung. Tanpa kita sadari hal ini telah menggantikan peran siaran langsung di televisi, khususnya banyak digunakan untuk acara indie (independent) yang memiliki keterbatasan biaya sehingga kecil kemungkinan untuk mengajak stasiun televisi ataupun radio sebagai media partner, dan twitter menjadi solusi agar acara tersebut eksis dan dapat dinikmati oleh follower secara lisan, tidak memakan biaya dan mudah diakses dimanapun. hal ini membuat berbagai event yang pada awalnya mencari media partner hanya sebatas tv, radio, dan media cetak, kemudian mencari pemilik account twitter yang memiliki ribuan follower sebagai salah satu partner untuk promosi.

Image and video hosting by TinyPic

Sebagian orang menganggap dengan adanya twitter membuat kita menjadi apatis dengan keadaan sekitar, atau biasa dikenal autis dengan gadget. Tetapi hal tersebut muncul karena adanya sistem sosial yang telah berlangsung di mana dalam society kultur kita dalam suatu komunitas di mana kita berada di dalamnya, hal untuk berbasa-basi menjadi penting dari segi etis, yang di mana hal tersebut seringkali hilang dengan kebiasaan ‘baru’ kita sibuk dengan gadget (yang dalam hal ini melihat timeline twitter). Tetapi tanpa kita sadari twitter ternyata memberikan sistem baru atau dapat juga dikatakan, justru mengembalikan sistem lama kita, budaya membaca dan menulis, siapa orang yang banyak membaca, ia akan dapat menghasilkan tulisan yang menarik dan informatif, sehingga nantinya berdampak pada bertambahnya jumlah follower. Dengan adanya media baru, twitter, untuk menulis tidak menutup kemungkinan nantinya akan lahir pen-tweet yang mahir akan melahirkan calon penulis.

Image and video hosting by TinyPic

Bagaimana Anda melihat Twitter? Sejauh apa Twitter telah merubah perilaku Anda? Sistem apa lagi yang telah tergantikan perannya oleh kehadiran Twitter?

Regards,

Dwimayu


1 Response to “Twitter as a …”


  1. November 2, 2011 at 8:38 am

    bagi saya pribadi, twitter menjadi sarana utama untuk mendapatkan informasi yang terjadi di sekitar kita. bagi saya yang televisi sudah jarang dijamah, twitter menjadi penampil berita terbaru, bahkan lebih baru dari apa yang ditampilkan di televisi.

    twitter mudah masuk ke dalam keseharian karena kecepatannya dalam menyampaikan sesuatu. setiap pihak yang punya akun, tinggal ketik, lalu “tweet”, dan semua followernya pun dapat membacanya. bandingkan dengan berita di televisi yang harus masuk ke ruang redaksi dahulu, diketik dahulu, lalu harus menunggu jam program berita tersebut tayang, barulah berita tersampaikan.

    perilaku kita pun sepertinya memang berubah sejak hadirnya twiiter. saya yang menyukai tayangan mario teguh di televisi yang tayang seminggu sekali, mem-follow akunnya di twitter dan membuat saya bisa mendapatkan motivasi setiap hari. hal ini membuat hidup sosial saya justru semakin baik meski sering melihat twiiter.

    bagaimana dengan yang lain?

    salam super!


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: