12
Dec
11

Pendeteksi Kebohongan

Dear friends, semalam saya membaca buku tentang cara mamahami bahasa tubuh, karya James Borg. Ada hal yang setelah saya membacanya, saya begitu terkesima dan berkomentar bodoh “oooo iya bener yaaa, ternyata begituuuu”. Saya begitu senang menemukan trik untuk mendeteksi apakah seseorang sedang berbohong kepada Anda atau tidak ini, pengen tau? Atau mungkin sudah tahu lebih dahulu? Paling tidak, saya berhak mengatakan bahwa tidak akan rugi untuk lanjut membaca tulisan ini. Mari simak dengan seksama.

Di dalam buku ini, ada banyak hal yang dijelaskan tentang bagaimana anggota tubuh membahasakan sesuatu lebih dari yang dibahasakan kata-kata, they speak louder than words, sehingga dengan mudah seseorang dapat diketahui sedang mengatakan kebenaran atau hanya kebohongan belaka. Sebenarnya tidak begitu sulit untuk mengetahuinya, karena pada dasarnya setiap kebohongan yang dilakukan menimbulkan reaksi nyata dalam diri setiap orang, sekalipun itu dengan orang tipe Machiavellian tertentu, seperi penipu dan psikopat. Reaksi ini, yang oleh penemunya, Ekman, disebut-sebut sebagai mikro ekspresi, akan muncul melalui kanvas emosi kita, yaitu wajah, dalam waktu yang begitu singkat.

“Mikro ekspresi ini datang dan pergi begitu cepat—bisa berlangsung kurang dari setengah detik—sebelum “kedok” kembali mengambil alih wajah”

Kedok dan mikro ekspresi akan muncul dalam bentuk yang bertentangan satu sama lain. Jika kedok muncul dalam bentuk ekspresi kesenangan, maka mikro ekspresi akan muncul dalam bentuk senyum mencibir, senyum dengki, dan ekspresi lain yang bertentangan. Mungkin, hal-hal serupa inilah yang digunakan oleh dokter Judd Stevens, seorang psikoanalis dalam cerita The Naked Face karangan Sidney Sheldon untuk mendeteksi bahwa terdapat sesuatu yang tidak beres dengan pasiennya. Atau mungkin dapat juga digunakan untuk mendeteksi alter-alter yang ada dalam tubuh seorang yang berkepribadian ganda, seperti yang dikisahkan dalam buku 24 wajah Billy.

Namun, sebenarnya bagian yang paling sukses membuat saya berbinar ketika membaca buku James Borg ini adalah, kaitan cara kerja otak terhadap sikap bohong yang dilakukan seseorang.

Here we go..

Tentunya kita pernah belajar tentang otak kiri dan otak kanan bukan? Saya rasa, semua kita pernah mempelajarinya di bangku SLTP/sederajat, jadi Anda yang jurusan sosialpun akan mengetahuinya.

Otak kiri dan otak kanan, secara sederhana kita saya memahami bahwa otak kiri membidangi sisi logis yang terkait dengan aktifitas-aktifitas rasional, analitis, dan aktifitas yang berkaitan dengan bahasa, sedangkan otak kanan lebih ke arah imajinasi, kreatifitas dan intuisi.

Secara lebih jelas di buku ini dituliskan pembagian fungsi otak kiri dan otak kanan; ketika kita sedang mencari jawaban akan sesuatu di ‘gudang’ informasi yang tersimpann dalam otak, dengan kata lain mengingat, maka otak kiri akan lebih aktif (1), sedangkan jika kita sedang berbohong, kita akan membutuhkan imajinasi untuk menciptakan jawaban yang fiktif, maka pada saat ini, otak kananlah yang bekerja (2).

Kemudian, terkait dengan penelitian yang mengatakan bahwa secara alami semua kita memutuskan kontak mata ketika sedang berbicara dengan orang lain, maka arah tatapan dapat dijadikan kunci untuk mengetahui apakah seserang berkata benar. Bagaimana caranya?

…..(Kembali ke pelajaran biologi)  Kita sepakat dengan penemuan para ahli, bahwa masing-masing sisi otak mengontrol gerakan untuk sisi tubuh yang berlawanan. Sisi otak kiri akan mengontrol sisi tubuh kanan, dan sisi otak kanan akan mengontrol sisi tubuh kiri. Jadi, ketika seseorang menatap ke kanan ketika mereka menjawab pertanyaan Anda, maka mungkin mereka sedang berkata jujur (karena berarti ia sedang mengingat). Namun jika tatapan mereka condong ke kiri, maka mungkin mereka berbohong karena jawaban tersebut muncul dari sisi otak sebelah kanan yang imajinatif.

🙂 Teori sederhana yang menyenangkan. Jadi, setelah kita diam-diam mengamati pola arah tatapan mata seseorang, maka keterampilan ini bisa menjadi indikator yang berguna untuk membantu kita untuk membuktikan jujur atau tidaknya seseorang, tentu saja harus disertai dengan petunjuk-petunjuk yang lain.

Demikian, terima kasih, dan selamat mencoba!🙂


2 Responses to “Pendeteksi Kebohongan”


  1. May 18, 2013 at 2:43 am

    assalamualaikum..maaf bsa tolong infokan judul bukunya??soalnya saya lgi cri buku tntng ekspresi mikro ini..thanks


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: