16
Dec
11

15 detik per stasiun*

Hampir setiap hari saya memulai kegiatan kuliah dengan naik KRL. Saya berangkat dari stasiun Tebet menuju Stasiun UI, pulang pergi dan hal ini sudah menjadi rutinitas saya. Saya ingat awal saya kuliah, susah sekali untuk dapat mengingat stasiun-stasiun yang ada. Selain itu semua stasiun tersebut terasa asing bagi saya yang jarang naik kereta pada saat itu.

Namun selang beberapa waktu, saya mulai menghafal semua stasiun. Awalnya mencoba menghitung banyak stasiun antara UI dan Tebet. Kemudian menghafalkan namanya :

Tebet – Cawang – Duren Kalibata – Pasar Minggu Baru – Pasar Minggu – Tanjung Barat – Lenteng Agung – Universitas Pancasila – Universitas Indonesia

Tidak mudah, tapi lambat laun semuanya sudah terhafalkan.

Menghafal pun dipermudah dengan ciri tertentu yang dimiliki setiap stasiun, contohnya:
(acuan orientasi jika berangkat dari Tebet ke UI.)

Image Hosted by ImageShack.us1. Stasiun Cawang
Memiliki pagar hijau dengan garis kuning. Berteralis dan memiliki banyak tukang jualan. Beberapa bagian pagarnya dilubangi agar dapat terjadi transaksi jual beli, terutama jika menjual makanan. Letak pintu keluar dan loket berada di bagian depan dari kereta. Sering ramai di pagi hari. Sesudah stasiun ini, terdapat terowongan singkat yang dapat membuat ruang kereta gelap sesaat. Dan sesudahnya di sebelah kiri terdapat Menara Saidah yang tinggi.

Image Hosted by ImageShack.us2. Stasiun Universitas Pancasila
Juga memiliki pagar hijau dengan teralis. Namun yang membedakan adalah terdapat banyak pohon di luar pagar. Di kiri terdapat banyak pohon pisang dan spanduk-spanduk tertentu tergantung di teralis. Jumlah toko jualan sangat minim, bahkan mendekati tidak ada di bagian tempat tunggu kereta. Di sebelah kanan terdapat Universitas Pancasila. Pintu keluar dan loket tiket terdapat di bagian belakang dari kereta. Stasiun ini tidak seramai Cawang.

Dalam perjalanan, beberapa stasiun kereta memiliki bentuk yang sama seperti contoh di atas. Namun beberapa memiliki bentuk yang berbeda bahkan tidak mirip dengan stasiun di contoh tersebut. Pada umumnya setiap stasiun memiliki ciri khas tertentu; warna, bentuk bangunan, letak fasilitas (loket, petugas, tempat duduk), bahkan jumlah penumpang dan tipe penumpang yang naik dari stasiun tersebut. Untung saja pihak KRL membuat setiap stasiun berbeda terutama dari warna yang sangat membantu pada malam hari.

Informasi yang saya dapatkan dan tersimpan dalam memori adalah hasil melewati tempat yang sama meski tidak pernah turun di setiap stasiun. Dalam ingatan saya sudah terpetakan dan semua stasiun dapat dikenal dengan mudah meski hanya terpapar kurang lebih 15 detik per stasiun (kecuali stasiun Tebet dan UI). Sehingga saya tidak pernah salah turun lagi sekarang.

Rutinitas yang dilakukan sehari-hari secara berulang itu sendiri membantu kita untuk mengingat hal-hal secara otomatis. Memori yang ada dapat dibentuk dari ciri akan tempat itu sendiri atau persepsi dan informasi yang diterima individu terhadap suatu tempat. Namun rutinitas dan memori inilah yang dapat menutupi rasa keingintahuan kita serta detail dari tempat itu karena kita merasa sudah mengenal tempat tersebut, walau pada kenyataannya kita tidak pernah mengerti akan apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin saya harus turun di setiap stasiun, berkeliling, mengenalnya dan bukan menjadi penonton dalam kereta yang hanya melihat cuplikan setiap stasiun dalam waktu kurang dari 15 detik per harinya.

*15 detik adalah rata-rata dari setiap stasiun. Angka ini dapat berubah tergantung jumlah penumpang yang turun, selera dan alokasi waktu oleh masinis, atau adanya gangguan kereta.

0 Responses to “15 detik per stasiun*”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: