16
Dec
11

Interpretasi

Setelah materi kuliah beyond presentation hari ini (15 Desember 2011) muncul beberapa hal yang belum sempat saya pikirkan saat kuliah karena belum kepikiran.

Foto-foto dalam presentasi yang ditampilkan memang sangat menarik terutama cerita dibaliknya. Namun ketika kita mengambil keluar cerita yang ada, benda tersebut kehilangan kekuatan yang ada dalam dirinya. Sehingga seseorang yang menceritakan narasi di balik gambar tersebut berperan sebagai translator yang ketika dia di keluarkan dari alat presentasi maka maksud dari presentasi tersebut tidak akan tersampaikan dengan baik. Dan penyampaiannya mungkin beragam, tidak harus dengan lisan bisa juga berupa tulisan.

Hal ini mengingatkan saya saat saya mengunjungi sebuah pameran foto beberapa waktu lalu. Saya melihat kumpulan foto yang sebenarnya tidak spektakuler dibandingkan dengan foto lain yang dipamerkan dalam ruang yang sama. Bahkan objeknya sangat sederhana, seorang wanita yang di tiap frame-nya digambarkan sedang melakukan sesuatu seperti berdandan, memasak, menonton tv, dan kegiatan lainnya. Teknik foto yang digunakan pun tidak wah atau sekelas dengan fotografer professional sehingga saya hampir melewatkan kumpulan foto ini. Namun ketika saya membaca penjelasan dari fotografernya, kira-kira berbunyi demikian : “Kumpulan foto ini menggambarkan kehidupan seorang wanita tuna susila yang sering tidak terlihat oleh publik. Bagaimana Ia berusaha mencukupi kebutuhan sehari-harinya sambil menjalani kehidupan. Saat siang Ia dapat bersantai menonton TV bersama keluarga. Sedangkan saat malam hari Ia harus mencari nafkah dengan melakukan pekerjaannya..” (saya lupa kelanjutannya)

Jika saya tidak membaca tulisan tersebut mungkin saya akan menganggap foto tersebut jelek, tidak bermakna, atau bahkan biasa saja. Namun saat tulisan ituĀ  dan foto digabungkan semuanya menjadi jelas. Teknik yang wah tadi memang tidak diperlukan karena objek yang digambarkan memang sesederhana seorang wanita tersebut. Setiap frame menceritakan kehidupan si wanita itu dari pagi hingga malam. Mereka yang melihat karya itu harus mengikuti penyusunan foto sehingga mendapatkan alur yang jelas antara perbedaan kegiatan, mood, dan transisi dari pagi sampai malam hari.

Ketika tulisan tersebut dihilangkan dari foto-foto yang ada, kemungkinan besar saya akan melewatkan foto tersebut. Tidak hanya itu, foto tersebut akan terbuka untuk interpretasi dari berbagai orang dan penilaiannya bisa saja menjadi: “Ini foto apa? Terlihat mesum.”
Sehingga untuk mendapatkan narasi di baliknya dibutuhkan suatu penghubung yaitu melalui tulisan. Untuk mendapatkan tulisan atau pun pemikiran tersebut dibutuhkan semacam kemampuan (membaca, berimajinasi, membayangkan). Karya-karya tersebut baru dapat dimengerti ketika seseorang memiliki akses ke narasi yang dapat dikaitkan dengan pengetahuan (kemampuan membaca, menangkap maksud gambar).

Yang ingin saya pertanyakan adalah target penonton bagi alat presentasi seperti ini tampaknya adalah mereka yang punya kemampuan (berpendidikan) dan yang paling penting adalah mereka dapat mengakses operasi yang ada di dalamnya. Untuk presentasi yang lebih kompleks (a la arsitek dengan invert, layering gambar, dan lainnya) dibutuhkan cara mengakses khusus yang mungkin hanya dapat disampaikan oleh translator (pembuat karya) kepada penonton khusus. Alat presentasi seperti ini dapat menjadi pedang bermata dua di tangan yang salah jika narasi dan interpretasi tidak dapat saling bertemu.

Terakhir, yang menarik dengan beyond presentation ini adalah bagaimana kita tidak melihat objek sesederhana keberadaan objek tersebut. Ada cerita yang ingin disampaikan dengan keberadaan individu dengan narasinya di balik alat presentasi.

Every object tells a story if you know how to read it. – Henry Ford

*Saya rasa kuliah ini agak berhubungan dengan seni dan penilaian. Namun karena saya tidak tahu banyak mengenai hal ini, saya menghindari untuk membicarakannya.


0 Responses to “Interpretasi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: