26
Dec
11

Palungan

Away in a manger, no crib for His bed

The little lord Jesus lay down his sweet head

Ada pelajaran kecil tentang arsitektur di momen Natal. Saat Maria melahirkan anaknya yang sulung, tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Maria, lalu membaringkan Yesus di dalam palungan (lihat Lukas 2:7 untuk detailnya). Bukankah obyek arsitektur seharusnya berfungsi sesuai tujuannya dirancang? The Chosen Manger berkata tidak.

Palungan jelas bukan tempat membaringkan anak. Palungan juga bukan kandang, tempat hewan-hewan dapat berbaring nyenyak. Ia adalah tempat pemilik ternak meletakkan pakan ternak. Bentuknya sederhana, balok yang tersusun dari papan-papan kayu, bidang atasnya yang terbuka untuk memasukkan tumpukan jerami. Dirancang dengan sangat ekonomis dan efektif sesuai dengan gunanya.

Lantas mengapa Maria memilih untuk membaringkan Yesus di palungan? Walau tidak ada tempat yang tersedia, bukankah masih ada obyek arsitektur lainnya seperti meja, kursi, atau lantai? Perlu diketahui, palungan umum berada di dalam rumah karena alasan keamanan. Jika saat itu mereka berada di dalam rumah, tentu mereka dapat menemukan obyek arsitektur lainnya.

Namun, yang saya bayangkan adalah palungan justru bukan tempat yang buruk untuk membaringkan anak. Tumpukan jerami memberikan kehangatan dan kelembutan, setidaknya lebih baik dibandingkan papan kayu yang keras. Papan-papan kayu yang mewadahi jerami memberikan kesan batas bagi sang anak. Ia tidak setinggi meja dan serendah lantai, membuat Maria dan Yusuf dapat mengamati anaknya dengan nyaman.

Walaupun tidak sesuai dengan tujuan perancangnya, palungan memiliki kualitas yang memungkinkan untuk membaringkan bayi. Dalam ilmu psikologi, kualitas ini dikenal sebagai affordance, digagas oleh James J. Gibson. Setiap obyek memiliki kualitas yang memungkinkan subyek untuk melakukan sesuatu terhadap obyek tersebut. Kualitas aktual tersebut, juga bagaimana subyek mempersepsikan kualitas tersebut, merupakan affordance dari sebuah obyek.

Pernah suatu ketika saya keluar rumah melihat seorang pria yang sedang tidur begitu pulasnya di atas sebuah motor. Kakinya ditopang oleh kepala motor di antara tiang spion, badannya direbahkan pada tempat duduk, sementara kepalanya bersandar nyenyak pada ekstensi penyimpanan barang.

Di dalam keseharian, Affordance yang tidak sesuai dengan tujuan obyeknya sering kita temukan: kolong jembatan yang menjadi tempat tinggal atau tempat pengendara motor berteduh di kala hujan menerjang, pedestrian yang menjadi tempat pedagang kaki lima, pagar rumah yang menjadi tempat jemuran.

Maka apa yang mendefinisikan obyek arsitektur? Apakah kita harus melihat sebuah kursi sebagai tempat duduk saja? Apakah kita harus melihat palungan hanya sebagai tempat meletakkan pakan?

Pertanyaan tersebut tidak terdengar bodoh bagi Sou Fujimoto, seorang arsitek Jepang. Ia berpendapat bahwa dalam kehidupan primitif, manusia bukanlah ibarat burung yang menciptakan sarangnya. Manusia primitif masuk ke dalam goa, yang merupakan bentukan alam, kemudian melakukan berbagai aktivitas dengan melihat kualitas yang dimiliki oleh bentukan-bentukan yang ada. Tidak ada lantai, dinding dan atap, ataupun kursi, meja dan ranjang.

Pemikiran seperti itu membawa pada perspektif yang berbeda. Obyek arsitektur kemudian tidak lagi didefinisikan oleh tujuan mutlak perancang ataupun konsep yang sudah tertanam di benak penggunanya. Ia justru didefinisikan oleh aktivitas manusia yang terjadi melaluinya.

Ketika malaikat memberi tahu akan kelahiran Kristus, gembala-gembala segera menuju Betlehem dan menjumpai Maria dan Yusuf, juga bayi itu. Mereka kemudian mengitari The Chosen Manger, memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang telah mereka saksikan. Arsitektur pun menjadi latar, dalam kesederhanaannya. Selamat Natal.


0 Responses to “Palungan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: