02
Jan
12

Maket VS 3D CAD

Sebagai mahasiswa arsitektur, kita tentu sudah familiar dengan istilah “Maket” dan juga “CAD”. Maket adalah suatu model 3 dimensi dengan skala tertentu untuk menggambarkan ruang dan bentuk yang kita rancang. CAD, singkatan dari Computer Aided Design, merupakan salah satu teknologi komputer yang dapat membantu kita dalam proses desain dan merepresentasikan sesuatu yang kita rancang secara akurat. Kedua hal ini dapat kita anggap sebagai “senjata” yang sangat membantu pekerjaan seorang arsitek/desainer.

Namun pertanyaan yang timbul adalah kapan kita harus menggunakan maket dan kapan kita harus menggunakan CAD. Manakah yang lebih baik digunakan dalam proses desain? Manakah yang lebih cocok digunakan untuk mempresentasikan desain kita? Manakah yang dapat menarik hati para klien? Kedua senjata ini tentunya harus dapat kita maksimalkan untuk menghasilkan desain yang baik dan menarik para klien.

Setelah mengalami studio PA 1 hingga PA 3, saya menemukan bahwa dalam proses desain akan lebih menguntungkan jika kita membuat maket. Dengan menciptakan maket studi sebanyak-banyaknya, kita dapat lebih mengenal bentuk-bentuk kreatif yang mungkin diciptakan. Selain itu, kita dapat langsung merasakan ruang melalui maket, karena maket dapat langsung kita lihat dan rasakan. Eksplorasi material juga jauh lebih baik lewat maket, dimana kita dapat mengenal perbedaan tekstur masing-masing bahan dengan menyentuhnya. Kita juga langsung mengetahui material dan struktur yang kuat lewat maket. Misalnya bila kita membuat maket dimana ada balok kantilever yang terlalu panjang sampai jatuh, kita langsung tahu bahwa strukturnya tidak memungkinkan sehingga kita bisa langsung mencari alternatif lain.

Maket Studi 1
Maket Studi 2

Hal-hal tersebut tidak dapat kita lakukan lewat 3D CAD atupun SketchUp semata, dimana kita hanya menggambar dalam komputer tanpa dapat merasakan ruang dan materialnya. Kita juga tidak tahu struktur yang kita gambar kuat atau tidak, serta bentuk-bentuk yang tercipta mungkin akan jauh lebih kaku. Inilah letak kekurangan program 3D komputer sehingga membuat saya tidak suka mendesain langsung dalam komputer.

Di luar kelemahannya tersebut, 3D CAD, SketchUp, ataupun program desain lainnya memiliki kekuatan. Software-software ini dapat membantu kita menggambar dengan cepat namun akurat, jauh dibandingkan bila kita menggambar dengan tangan. Selain itu kualitas akhir yang dihasilkan sangat baik dan mampu menarik hati para konsumen. Disinilah software 3D itu akan mengambil peran, sebagai alat untuk presentasi. Para arsitek-arsitek yang sukses juga sangat mengandalkan program-program CAD ini untuk dapat menarik hati konsumen. Selain itu CAD dapat juga menggambarkan gambar kerja dan konstruksi yang sangat akurat sehingga juga membantu ketika pembangunan berjalan.

3D CAD
3D CAD Rendering

Maket dan 3D CAD, kedua senjata ini harus sebisa mungkin kita pelajari dan kuasai, karena akan sangat membantu pekerjaan kita sebagai seorang desainer.


3 Responses to “Maket VS 3D CAD”


  1. January 3, 2012 at 4:38 pm

    Saya juga setuju dengan penggunaan maket dalam proses desain kita dapat merasakan ruang yang terbentuk. Secara pribadi saya dalam mengeksplorasi bentuk menggunalkan model atau maket lebih terasa “luwes”. Dan hal yang sbenarnya bisa dilakukan juga kombinasi penggunaan media digital dan model atau maket. Seperti pada eksplorasi di PA yang pernah saya lakukan dimana pada salah satu bagian model difoto dan kemudian diolah menggunakan photoshop sehingga mempertegas ide yang dimaksud.

  2. January 3, 2012 at 4:41 pm

    saya sangat setuju dengan pernyataan “Dengan menciptakan maket studi sebanyak-banyaknya, kita dapat lebih mengenal bentuk-bentuk kreatif yang mungkin diciptakan. Selain itu, kita dapat langsung merasakan ruang melalui maket, karena maket dapat langsung kita lihat dan rasakan.”

    menurut saya, pada saat pembuatan maketlah terjadi proses dimana hanya kita yang tau bentuk, detail yang harus ada, tekstur dan lainnya. mungkin jika dilihat, orang orang bisa membuat maket yang sama, namun akan banyak perbedaan yang terjadi.

    Berbeda ketika kita menggunakan 3D Cad atau Sketch up, orang orang bisa membuat hasil yang hampir sama, karena softwarenya dan toolsnya sama.

    Namun, menggunakan yang manapun untuk eksplorasi memiliki kelebihannya masing masing🙂
    jadi memang kita harus bisa menguasai keduanya

  3. 3 meirisyananda
    January 10, 2012 at 8:39 pm

    Wah, setuju sekali dengan pendapat teman-teman di atas, memang kedua senjata itu sudah menjadi kewajiban yang harus kita kuasai sebagai mahasiswa arsitektur. Melalui maket, kita juga bisa lebih banyaka mendapatkan ide bentuk, form atau kualitas ruang lainnya. Maket menjadi mudah untuk dieksplorasi karena ia berbentuk nyata, bisa dipegang, dirasakan, dan dapat diutak atik sedemikian rupa sehingga bisa mendapatkan suatu tektonik yang baru. Namun akan susah sekali jika melakukan suatu eksplorasi bentuk dalam sketchup atau software 3D lainnya karena akan memerlukan waktu yang cukup lama dan hanya bisa dilihat dalam proyeksi bidang datar.
    Melalui maket, kita juga bisa mendapatkan inspirasi teknik eksplorasi seperti folded structure, bentuk dari percobaan struktur, dan sebagainya. Dan dari itu semua bisa didapatkan suatu initial form yang sesuai dengan progam yang akan diajukan, kemudian untuk penyempurnaannya memang diperlukan software 3D itu untuk mengatur skala, besar, dan ukuran yang sesuai dengan ukuran tubuh manusia. Memalui software tersebut kita juga bisa menambah suatu nilai jual kepada masyarakat misalnya darisegi tampilannya. Begitu menurut saya😀


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: