02
Jan
12

Mall Sebagai Tempat Rekreasi

Pergi ke mall merupakan salah satu cara rekreasi yang paling mudah dilakukan di Jakarta karena mudah ditemukan dimana-mana. Hingga saat ini, Jakarta merupakan kota metropolitan yang memiliki mall terbanyak di dunia. menurut vivanews, jumlah mall di Jakarta lebih dari 170 mall. Bayangkan saja,  jika luas Jakarta 661,52 km2, secara kasar setiap 3, 89 km2 terdapat satu paling tidak berdiri satu mall. Hal ini juga berarti setiap 3 hari sekali setiap invidu dapat mengunjungi 3 mall yang berbeda selama setahun.

Sebenarnya, apa yang ditawarkan mall-mall tersebut? Saat ini mall-mall yang belum lama berdiri memang menawarkan fungsi lain seperti taman terbuka, namun tetap saja tujuan utama dari mall tersebut adalah pusat perbelanjaan, sama seperti yang lainnya. Terkadang saya mempertanyakan apakan masyarakat tidak bosan pergi ke mall? Apakah mall masih merupakan tempat rekreasi bagi masyarakat Jakarta, mengingat jumlah mall yang fantastis dengan kemonotonan program di dalamnya?

Saya sendiri bukanlah orang yang memilih mall sebagai tujuan utama untuk berekreasi di tengah kepenatan kuliah. Biasanya di puncak kepenatan terjadi di bulan Desember- Januari. Ujian akhir, tugas besar dan lain sebagainya tertumpuk di hari-hari menjelang tutup semester. Berbeda di waktu lain, saya lebih memilih pergi ke mall untuk rekreasi sejenak di bulan-bulan ini. Bukan untuk berbelanja atau makan, tetapi hanya sekedar jalan-jalan menikmati suasana yang meriah yang timbul dari dekorasi Natal dan tahun baru yang selalu dilakukan setiap tahunnya di mall manapun. Entah bagaimana, suasana yang ditimbulkan dari dekorasi mall tersebut sangat terasa suasana liburannya sehingga sejenak, pikiran yang membebani hilang. Dari dekorasi di mall tersebut serta keramaian pengunjung di dalamnya, membuat semangat liburan atau hari raya lebih terasa dibandingkan dengan tempat lain. Misalkan di Taman Anggrek. Untuk dekorasi Natal dan akhir tahun di tahun ini, bagian lobi dibangun layaknya kota permen. Lengkap dengan rumah-rumahan serta penjual makanan berbagai rupa serta salju buatan. Kemeriahan semakin terasa ketika pengunjung ramai menikmati setiap bagian dari dekorasi tersebut untuk berfoto dan sebagainya yang memperlihatkan antusiasme yang besar mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Suasana inilah yang mengisi semangat baru untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda sebelumnya.

Mall-mall di Jakarta mungkin bukan pilihan yang tepat untuk rekreasi bagi masyarakat yang sudah jenuh dengan banyaknya mall yang ada, namun di saat-saat akhir tahun, tidak ada salahnya berekreasi di tempat ini.  Melalui dekorasi, suasana liburan akan lebih terasa dibandingkan dengan tempat lain sehingga semangat yang ditimbulkan mampu menular ke setiap orang yang berada di dalamnya.


1 Response to “Mall Sebagai Tempat Rekreasi”


  1. January 2, 2012 at 12:02 pm

    Menambahkan saja, bahwa rekreasi ke mall juga ternyata bisa dijadikan sebagai sarana olahraga yang sehat yaitu “jalan kaki”. Kita tentu tahu bahwa berjalan kaki sangat bermanfaat dan baik untuk kesehatan, mengurangi resiko penyakit jantung, stroke, dll. Namun di tengah kota Jakarta yang padat ini, seringkali kita terkendala polusi udara, kebisingan, dan keterbatasan ruang publik ketika ingin berjalan kaki.
    Mall dapat menjadi tempat kita berjalan kaki yang sehat. Tanpa kita sadari, ketika kita berada di mall kita dibawa berjalan mengelilingi mall hingga puluhan kilometer. Mall juga tentu bebas dari polusi udara sehingga lebih sehat. Jadi selain rekreasi dan cuci mata, kita juga dapat berolahraga.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: