03
Jan
12

Deadline oh deadline

Berbicara tentang deadline, kita pasti sering mendengar mahasiswa arsitektur (juga mungkin mahasiswa jurusan lain) berkata “duh, mati gua. Ini progress mandek. Pake ketiduran segala lagi semalem. Ini pasti ulah gorgom!”, atau “duh belum bikin paper pula ini. Siapa yang udah bikin ya?” (niatnya mau nyari referensi tapi ujung – ujungnya niru dan mengganti kata – kata agar tidak terlihat meniru).

Dari kasus seperti ini, sebenarnya apa yang “sehari – hari” kita lakukan? Hal inilah yang selalu saya pertanyakan kepada diri sendiri ketika saya sendiri lupa melakukan hal yang sudah seharusnya saya lakukan sebelum saya menyadarinya.

Saya akan mengambil contoh mahasiswa arsitektur interior semester 7 angkatan 2008. Kami punya jadwal studio senin dan rabu jam 11 siang sampai jam 4 sore, selasa dan jumat jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Cukup banyak bukan waktu yang dialokasikan bagi para mahasiswa untuk mengerjakan tugas PAI 5?

Lalu mengapa menjelang deadline kita menjadi sibuk seketika padahal sebelumnya kita sering berleha – leha?

Nah , ini dia kata kuncinya, “berleha – leha”.

Saya sendiri akui kalau saya, bahkan di studio pun sering berleha – leha. Ngapain? Main PES? Oh banyak, bukan cuma itu. Ya, sesekali ke kantek untuk jajan dan makan. Ke wc walau cuma cuci tangan, tidur di kursi, ngenet, download film, nonton film, jalan – jalan keliling studio nanyain temen – temen “progress udah sampai mana?”, dan masih banyak lagi.

Dari semua aktivitas yang sudah saya sebutkan, banyak kan waktu yang ternyata terpakai dari waktu yang telah diberikan pembuat jadwal kuliah untuk studio?

Lalu di mana letak kesalahan kita sebagai mahasiswa sampai – sampai tugas saja seringkali belum selesai menjelang deadline?

Kalau saya pribadi berpikir (membela diri), semua kegiatan itu adalah kegiatan berdasarkan kebutuhan kita, makan, istirahat, hiburan. Dan saya bukannya tidak menggunakan studio sebaik mungkin, hanya saja kapasitas otak saya untuk mendesain sesuatu tidak sebaik para dosen atau fasilitator. Dan sifat perfeksionis saya pun membuat saya seringkali berpikir, berkhayal, merenung lebih lama dibandingkan menuangkannya langsung ke media. Sehingga akhirnya, menjelang deadline, dan desain yang saya ciptakan belum mencapai target, membuat saya mengejar target namun dengan kualitas seadanya, hingga akhirnya pula, kita sering mendengar “ah desain gue sampah gini. bakal dibantai abis – abisan sama pak anu”

Bagaimana dengan Anda?

Sependapatkah dengan saya?


1 Response to “Deadline oh deadline”


  1. May 5, 2012 at 6:10 pm

    hahaha, bener banget tuh. aku yang semester 2 aja sering kelabakan. sipp .


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: