04
Jan
12

cuci piring

Sudah seringkali ‘cucian piring’ dan ‘ibu’ masuk ke penjelasan materi kuliah yang disampaikan mba mita dan pa yandi (dosen everyday architecture-red). Sampai akhirnya saya tertarik untuk melihat lebih jauh proses mencuci piring di rumah saya sendirišŸ˜€

Gambar 1 kondisi sink cuci piring setelah mencuci piring

Mencuci piring di rumah saya, biasa dilakukan oleh ibu. Dalam sebulan bisa dihitung jika saya membantu ibu mencuci piringšŸ˜€ Mencuci piring sebagai aktivitas yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari memiliki kebutuhan akan ruang yang berkaitan dengan aktivitas lain yang ada di dapur. karena dari proses awalnya mengapa harus mencuci piring sampai proses mencuci piring selesai. Ada kegiatan lain yang ā€“bukan mencuci- tapi menurut saya itu bagian dari proses mencuci piring.

Mencuci piring terkait space. seperti halnya aktivitas apapun, mencuci piring pun membutuhkan space.

Gambar 2 space yang terpakai untuk piring dan peralatan dapur

—Dari awal mula proses mencuci piring ini, biasanya dirumah saya ada beberapa alasan mengapa akhirnya ibu-atau-sesekali-saya harus mencuci piring.

Alasan pertama adalah, karena ibu mau masak dan sudah tidak ada space untuk memasak (kompor sudah menjadi tempat wajan kotor, dan tempat ibu duduk untuk persiapan masak sudah menyempit karena ada baskom yang kotor)

Atau alasan kedua yaitu karena karena ibu mau masak, dan jadi tidak mood masak karena susah untuk mencuci bahan makanan yang akan dimasak karena sink mencuci piring sudah penuh dengan piring.

Alasan terakhir ini jika waktu ibu (dan saya) luang. Mencuci piring langsung setelah mengotori piring, mencuci peralatan dapur setelah selesai memasak.

—Pada saat saya mencuci piring: ada golongan yang diminoritaskan (ini mengingatkan saya pada isu domestik yang minoritas :D)

Dalam proses awal mencuci piring, ibu dan seperti apa yang ibu ajarkan kepada saya, biasa memisah-misah peralatan dapur, agar lebih mudah mencucinya. Piring ditumpuk dengan piring, gelas dan gelas yang lain dibuat berkelompok, sendok dan garpu jadi satu tempat. Nah, masih banyak peralatan dapur lain yang tidak memiliki kelompok karena minoritas :DĀ  (seperti baskom,panci, dan lain) ketika membagi-membagi peralatan dapur ini, saya jadi teringat issue of domesticity mungkin ini adalah issue yang saya buat sendiri karena akhirnya pengkategorian peralatan dapur yang saya lakukanĀ  memunculkanĀ  si minoritas yang saya sangat menghindari mencucinya (kalau saya membantu ibu mencuci piring, saya menyisakan golongan minoritas ini) alasan sebenarnya nya adalah karena bentuknya yang beragam, besar2 (seperti panci, wajan) dan biasanya terbuat dari plastik yang susah dibersihkan (baskom)

—Setelah selesai dipilah-pilah, dibagi-bagi (dan jika saya yang mencuci piring, saya akan menyingkirkan sisa-sisa yang tidak memiliki kategori dan merelakan ibu untuk melanjutkan mencucinya :D)

—Mulailah menggosok-gosok dengan sabun, diselesaikan sesuai kategori, misalnya, saya menyabuni semua gelas-gelas, lalu membilasnya. Lalu mengulang hal yang sama untuk piring-piring. Lalu sendok dan garpu. Disini tahap mencuci piring selesai untuk saya.

—Selesai dibilas, piring, dan peralatan dapur lainnya ditaruh di satu wadah besar dekat sink cucian piring. Biasanya, ibu memindahkan dari satu wadah besar ini ke wadah untuk mengeringkan sebelum akhirnya dimasukan ke dalam lemari dan siap digunakan kembali.

Seperti itulah, proses mencuci piring di rumah saya, ternyata dibalik sink cuci piring yang bersih dan bebas piring kotor ada proses yang sangat panjang terkait space dan aktivitas yang biasa dilakukan sehari-hari di rumah:mencuci piringšŸ˜€


6 Responses to “cuci piring”


  1. 1 khasyyatikanasher
    January 9, 2012 at 9:43 pm

    Dalam proses mencuci piring juga kita memilah-milah apa yang sebaiknya dicuci terlebih dahulu. Sehingga ketika kita mencuci piring seperti ada urutan yang kita lakukan secara terus menurus. Jika dirumah saya, urutan yang terjadi seperti ini gelas-sendok/garpu-piring/mangkok-barang barang (panci dll). Kenapa seperti ini yang terjadi ? Karena ibu saya mengajarkan untuk membersihkan menurut kotoran yang ada pada benda-benda tersebut dari yang paling sedikit sampai ke banyak. Karena jika kita mencuci piring yang kita tahu bermacam-macam makanan diletakkan disana sehingga bau yang munculpun bermacam-macam, apabila kita cuci terlebih dahulu kemudian mencuci cangkir. Bau-bau tersebut akan membekas dicangkir. Pada saat kita akan menggunakan cangkir tersebut untuk minum, seperti ada bau dan tidak enak untuk dipakai.šŸ™‚

  2. January 11, 2012 at 12:12 am

    dalam hal ini yang paling menarik saya adalah cara dan proses yang anda lakukan ketika mencuci semua peralatan dapur pada sink yang kecil ini. tadi dikatakan ketika ingin memasak saja dan ada peralatan dapur yang belum dicuci mengganggu proses memasak. jadi gimana cara yang anda lakukan untuk mengakali space mencuci piring yang menggunung itu. apakah sebagian peralatan dapur yang kotor seperti panci dan wajan diletakkan dan ditumpukkan di kompor. atau diletakkan di bawah sink, dsb. karena yang anda perlihatkan adalah sink yang kosong.

  3. January 11, 2012 at 5:47 pm

    setuju dengan @khasyyatikanasheršŸ˜€ ibu juga mengajarkan saya mencuci piring sesuai kotoran yang ada di peralatan dapur. tapi kalau saya biasanya gelas-piring-sendok/garpu. alasanya:
    1 ukuran panci, wajan yang besar dan biasanya lebih kotor dan susah untuk dicuci,
    2. alasan ini mungkin juga bisa menjawab pertanyaan @nirmala, jadi dalam proses ketika saya mencuci piring, biasanya gelas-sendok-piring diletakan di tepian sink dan di bagian sink. sedangkan panci, wajan, baskom ukuran besar akan ditaro diluar sink (diatas kompor, dilantai dibawah sink) jadi saya hanya mencuci yang disekitar sink saja karena malas lagi mengangkut2 yang diatas kompor dan di bawah*mager mode:onšŸ˜€

  4. January 11, 2012 at 6:07 pm

    iya benar, pengelompokan mencuci piring memang berdasarkan pada tingkat kekotoran piring dan perlengkapan2 tsb (paling tidak yang saya pahami demikian). mungkin dari alasan ini, bisa saja itu akan mengganti urutan pencucian piring seperti gelas akan dicuci terlebih dahulu jika ia memang lebih kotor dari pada piring. namun kejadian yang saya lihat tidak demikian. kenapa ya?

    (feel free to leave this statement if you dont wanna waste your time) untung ibu gina rajin, jadi jika ada piring kotor yang akan menghambat proses memasak maka yang dilakukan adalah menyingkirkan penghambat itu dengan cara yang tepat.namun jika itu gina?mungkin saja hal yang akan terjadi adalah gagalnya proses memasakšŸ˜€

  5. January 11, 2012 at 6:10 pm

    maaf.yang ingin saya tuliskan adalah piring terlebih dahulu dicuci jika memang ia lebih TIDAK kotor dari gelas.

  6. January 11, 2012 at 6:23 pm

    mm..yang terpikirkan oleh saya karena 2 alasan mungkin ya
    1.mungkin karena kebiasaan. karena biasanya cuci gelas-piring-sendok- dan akan selalu melakukan demikian.
    2.atau seperti yang @khasyyatikanasher bilang, karena bau yang tidak enak (*amis) piring tidak bisa ditoleransi jika ada di gelas.sebaliknya jika gelas bau pun, mungkin tidak akan terlalu berpengaruh ketika ada di piring, karena ketika piring dipakai untuk makan, -bau piring yang dicuci itu- tidak tertangkap indera penciuman kita .
    šŸ˜€ ibu saya memang rajin, dan semua ibu pasti akan melakukan demikian, berbeda dengan anaknya, begitukan @fenikurniatišŸ˜€


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: