08
Jan
12

angkot talks, private space, & strangers

Angkutan umum, yang sering disebut angkot termasuk salah satu sarana transportasi yang paling sering saya gunakan dalam keseharian saya beraktivitas. Angkot menurut saya merupakan sarana publik dimana siapapun berhak menggunakannya, yang mungkin bisa dikatakan sebagai sebuah ‘public space’. Namun seringkali saya mendengar oborolan-obrolan yang kadang menggelikan saat sedang menaiki angkot, seperti,

A: “Eh bu, tau nggak sih tadi dia makin kecentilan gitu, mondar-mandir di kantor, terus gayanya itu loh bu, suka nggak tahan seh saya, hiiieh!”

B: ” Iya loh, emang, saya juga kadang gatel liatnya!”

Yap, obrolan-obrolan yang demikian tak jarang membuat saya tertawa-tawa sendiri dalam hati. Obrolan tersebut sebenarnya ialah obrolan yang cukup ‘privat’ karena menyangkut pandangan (yang buruk) terhadap seseorang yang sedang diperbincangkan (baca=gosip). Obrolan yang diperbincangkan pun bisa beragam topiknya, mulai dari berita-berita baik ataupun keluh kesah.  Namun bagaimana bisa obrolan privat tersebut diperbincangkan dengan volume suara yang cukup keras, di dalam sebuah sarana transportasi umum yang menurut pandangan awal saya tadi bersifat ‘public space’?

Hal tersebut memang terasa sendiri saat kita berada pada situasi dimana  kita memiliki teman berbicara di angkutan umum. Tak jarang juga memang, saat saya sedang menaiki angkot dengan beberapa teman saya (2-3 orang), maka angkot tersebut beserta isinya kadang tidak lagi dihiraukan, sementara kita saling mengobrol sendiri di pojok angkot. Karena itu saya merasa bahwa sebuah public space justru dapat digunakan sebagai private space hingga kadar tertentu. Faktor utama yang dapat membangkitkan private space bagi seseorang ini, menurut saya, ialah kondisi dimana penumpang lain selain orang tersebut ia anggap sebagai ‘strangers’ dimana mereka tidak saling mengenal, baru pertama kali bertemu, sehingga para strangers tersebut tidak akan terlalu mempedulikan apa yang sedang dan akan diperbincangkan.

Sering saya temui dalam film ataupun novel, bahwa berkeluh kesah akan kehidupan kepada seseorang yang baru pertama kali ditemui di perjalanan (pesawat, kereta api, dll) justru terasa sangat ringan. Karena seorang stranger tersebut dapat mendengarkan tanpa ada praduga-praduga berdasarkan latar belakang orang teersebut, sehingga bercerita kepada stranger ini menjadi lebih menenangkan. Dengan pandangan-pandangan tersebut, saya jadi berpendapat bahwa kadang, tempat paling umum, atau tempat paling asing bagi kita dapat menjadi tempat paling privat bagi kita dalam hal-hal tertentu.


2 Responses to “angkot talks, private space, & strangers”


  1. January 10, 2012 at 11:53 pm

    jika saya tangkap dari sudut pandang yang anda jabarkan dapat dikatakan bahwa public space terdiri dari beberapa private space. mungkin dapat lebih dijelaskan bagaimana yang dikatakan private space dan public space itu, lebih kepada karakteristiknya. apakah mungkin yang anda katakan obrolan yang cukup “privat” itu ternyata adalah “public”. mungkin dari segi obrolan juga ada yang dapat dikatakan “publik” walaupun obrolan itu dilaksanakan dalam batas sebuah group (kelompok) namun dpt didengar (terdengar) terhadap sekitarnya. atau apa mungkin dalam kasus angkot ini ada public dan privat space dapat dibedakan dari segi topik obrolan?

  2. January 11, 2012 at 8:29 pm

    yang menurut saya public space di sini adalah si angkot sebagai sarana transportasi umum, sementara di dalam angkot yang berupa sarana publik tersebut, bisa terjadi hal-hal ‘privat’ seperti obrolan-obrolan tersebut. mengapa saya menyebut obrolan-obrolan tersebut sebagai sebuah ‘private space’, karena biasanya obrolan yang bersifat privat tersebut (curhat, keluh kesah, dll) memang dilakukan pada kondisi yang ‘privat’, yang mana dalam ruang publik berupa angkot ini, kondisi ‘privat’ tersebut terpenuhi karena situasi ignorance dari para strangers yang ada. hehe, maaf kalau penjelasannya agak membingungkan😛


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: