08
Jan
12

Pilih yang mana?

Tentunya Sherlock Holmes 2 menjadi tontonan yang wajib ditonton tahun ini, namun bukan filmnya yang ingin saya bahas tapi posisi pemilihan tempat duduk di bioskop yang sering sekali kita lakukan.

Dimanakah posisi duduk favorit anda?

Sekedar saya ingatkan baris pemilihan tempat duduk di bioskop dimulai dari belakang ke depan sesuai abjad, dari A sampai L (atau tergantung studionya, sampai dengan abjad berapa), namun pada semua bioskop huruf I tidak ada, dari H langsung ke J. No 1 ada di paling kanan tiap baris. Jumlah kursi tiap baris berbeda pada setiap Bioskop, ada yang 18 kursi per baris dan dipisahkan oleh lorong di tengah (no 1-9 ada di kanan, no 10-18 ada di kiri). Nah kira-kira seperti itulah gambaran tempat duduk di bioskop.

Kalau saya dari dulu tidak tahu mengapa selalu memilih tempat duduk di barisan 3-4 dari atas lalu duduknya di pinggir dekat dengan jalur tangganya. Ada perasaan yang aman dan nyaman dan juga entah mengapa saya selalu memilih tempat duduk itu. Kecenderungan untuk menggagalkan tontonan apalagi kalau sedang nonton sendiri (bukan pathetic ya hehe ;p) bisa saja terjadi kalau tempat duduk saya itu sudah di booking orang lain.

Pada suatu penelitian di id.answers.yahoo.com para penjawab ada yang memilih tempat duduk di F12, kemudian E sampai H.. No 10/ 11, baris A – C, kemudian barisan D. Hal ini disertai dengan alasan yang beragam; Apabila terlalu di atas malas lihat orang pacaran yang berisik, kemudian kalau di pojok AC yang terlalu dingin, sedangkan kalau di depan layar yang terlalu besar jadi terlalu letih menonton.

Nah pada situs dimopedia.blogspot.com dikatakan

“ Rata-rata bioskop memiliki kemiringan 15 derajat untuk lantai bioskopnya dan masing kursi rata2 lebih tinggi 10-12 inch. Dengan semua angka2 itu, membuktikan bahwa hampir di semua kursi kamu bisa melihat layar bioskop dengan sudut pandang yang baik tanpa harus terganggu dengan penonton di depanmu. Nah dengan sudut pandang yang bagus, tinggal satu masalah yaitu suara. Nah untuk urusan suara ini, pilihlah tempat yang optimal yaitu 2/3 jarak dari layar dan belakang (kalau di bioskop 21 mgkn, sekali lagi mungkin 25 meter dari layar atau bangku ke 20 dari depan) kemudian pilihlah tempat duduk dekat dengan jalan untuk naik (biasanya di tengah ruangan). Mengapa?? Karena di tempat itulah para teknisi suara akan melakukan pengetesan suara film dari speaker di dalam gedung. Dan karena suara dari speaker kiri dan kanan gedung bergabung menjadi satu di tengah gedung, maka untuk mendapatkan pengalaman menonton yang optimal duduklah di baris agak depan dan duduk di kursi yang berada di tengah ruangan.”

 

Saya jadi penasaran apakah pemilihan tempat duduk dapat dihubungkan dengan kondisi psikologis bukan saja karena masalah teknis seperti diatas. Namun tidak ada literature yang cukup untuk mengungkap itu. Seperti, apakah orang yang gemar duduk di depan itu punya kecenderungan tahan banting jiwanya karena memang menyiksa sekali duduk di depan, atau yang gemar duduk di tengah pasti orang yang suka dengan mainstream, lalu yang duduk di pojok punya kepribadian yang gelap dan tertutup. yah itu semua belum ada buktinya tentu..

Bagaimana menurut anda, apakah pemilihan tempat duduk di bioskop sehari-harinya dapat menentukan sifat seseorang?


5 Responses to “Pilih yang mana?”


  1. January 9, 2012 at 4:36 am

    Saya sendiri lebih menyukai di barisan tengah, mungkin sama seperti anda, dimana tempat favorit saya ada di barisan pertama sampai barisan ketiga dari atas (tergantung bioskopnya), namun,saya sendiri lebih suka di bagian tengah2 dari baris itu.
    Pilihan ini didasarkan pada posisi layar yang lebih sejajar dengan mata. sehingga mata bisa menangkap gambar dan subtitle pada saat yang bersamaan, dan posisi duduk yang benar (dibandingkan posisi duduk yang terlalu ke samping, dimana, orang akan merubah posisi duduknya)
    Saya sendiri pernah mendapat tempat duduk paling tidak nyaman menurut saya, yaitu barisan paling depan dan paling samping (saat itu memang sedang ramai, dan sudah terlanjur datang ke bioskop tersebut). Efek dari tempat duduk itu adalah, saya duduk nyaris miring, dan posisi kepala sangat mendongak, sehingga akhirnya pusing, dan pegal, ditambah lagi, sewaktu kita terlalu dekat dengan layar, kita akan sulit mendapatkan gambar dan subtitle pada saat yang bersamaan.
    Dari sini mungkin saya sendiri menyimpulkan kalau saya memilih tempat duduk berdasarkan kenyamanan posisi duduk, dan kualitas yang bisa saya dapatkan dari bioskop tersebut.
    Tapi kdg2 itu bisa berubah tergantung situasi misalnya pergi nonton sendiri atau bersama teman, mungkin ada kecenderungan orang akan memiliki tempat di pojokan untuk menghindari kontak dengan orang lain, atau juga orang2 yang pergi 1 grup bersama temannya, tidak ingin tempat duduknya terpisah sehingga mencari tempat dduk yang masih kosong dalamjumlah besar(walaupun mendapat tempat agak di depan)

    • February 20, 2012 at 1:50 pm

      thanks Melani untuk commentnya..
      Posisi duduk di tengah memang memberikan banyak keuntungan dalam segi melihat film dengan lebih jelas. Namun terkadang selain itu apakah kepribadian seseorang bisa diungkapkan dgn pemilihan tempat duduknya?
      seperti org yg suka duduk di tengah berarti suka akan keramaian (krn memang pasti akan dilewati org di kiri kanan nya) atau org yg di tengah memiliki kepribadian yg friendly?

      ada yg ingin berkomentar?

  2. January 9, 2012 at 3:25 pm

    tentunya pemilihan tempat duduk di bioskop berpengaruh secara psikologis.
    secara pengalaman, pemilihan tempat duduk di bioskop sangat berpengaruh bagi saya. hal ini dipengaruhi oleh keadaan mata saya yang minus. apabila saya lupa membawa kacamata, biasanya saya memilih untuk duduk di barisan yang agak depan. dan ketika membawa kacamata, saya lebih fleksibel tergantung dengan siapa saya menonton film tersebut. kebiasaan saya ini pun sudah diingat beberapa teman saya sehingga ketika ingin menonton dengan saya, mereka biasanya mengingatkan saya untuk membawa kacamata supaya saya lebih fleksibel untuk memilih tempat duduknya. dan ketika saya tidak membawa kacamatapun, beberapa orang tersebut sudah dengan sendirinya memilih tempat duduk yang agak depan supaya saya dapat melihat dengan jelas filmnya dari awal hingga akhir.
    saya mempunyai pengalaman ketika saya lupa membawa kacamata dan ingin menonton film, namun tempat duduk yang dipilih berada agak dibelakang. alhasil, saya tidak terlalu jelas dengan scene-scene yang ditampilkan di layar. saya pun tidak betah sehingga di tengah-tengah film saya langsung duduk pindah di depan. untungnya saat itu terdapat kursi kosong di barisan depan.
    ada beberapa orang yang mementingkan posisi ini karena memang mungkin memperngaruhi kenyamanan mereka selama menonton film tersebut. namun ada juga orang yang tidak terlalu memikirkan hal-hal seperti ini, mungkin orang tersebut tidak terlalu peka terhadap pengaruh yang ditimbulkan. atau malah sebenarnya orang tersebut tahu pengaruhnya namun tidak terlalu memikirkan posisi karena orang tersebut yang sifatnya fleksibel.

    • February 20, 2012 at 1:54 pm

      Thanks Azka untuk commentnya..

      selain alasan psikologis yg anda ungkapkan,
      ide lain tulisan ini ingin juga menyingkap karakter org lewat pemilihan tempat duduk..
      secara pribadi saya suka di tengah tapi harus duduk dekat tangga masuk, yah bisa di bilang
      saya tidak ingin susah2 untuk keluar nantinya.
      nah hal-hal semacam ini lah yg ingin saya ketahui lebih lanjut,
      apakah saya tipe org tdk mau ribet?
      karena saya rasa dibalik pemilihan tempat duduk yang biasanya kita anggap random, alam bawah sadar kita pun ikut juga menentukan kepastian ini.

  3. 5 mijohanes
    March 25, 2012 at 4:58 pm

    saya pribadi memilih tempat duduk di paling tengah (benar2 ditengah) hanya karena alasan sederhana,, jarak dan arah nntn paling pas, surround sound dari bioskop (yang standar ada 4 channel (kanan depan, kiri depan, kanan belakang, kiri belakang) akan terdengar. kalo paling duduk paling belakang ga bakal denger efek surround dari film (rasanya sama kayak nntn dengan suara stereo, channelnya cuma kiri kanan,, ga berasa kalo suara muncul dari belakang), kalo terlalu depan suara dari belakang ga bakal kedengeran. Suara jadi penting kalo nntn film bergenre action atau horror, biar berasa kalo kita berada di lokasi langsung scene itu berlangsung.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: