08
Jan
12

TINTA. //Kehadiran di waktu dan tempat yang salah

Ada pepatah melayu yang mengatakan:

Karena nila setitik rusak susu sebelanga…

Dari pepatah itu, dapat ditarik suatu arti yakni akibat dari terjadinya satu kesalahan maka kebaikan selama ini akan begitu saja terlupakan. Hal ini dapat pula diumpamakan apabila terdapat sehelai kain putih yang bersih lalu tiba-tiba ditumpahi oleh tinta yang hitam pekat dan menyebar tidak karuan hingga akhirnya akan merusak putihnya kain tersebut.

Dari setiap kata yang tersirat dalam paragraph diatas, tentunya saya ingin membawa anda untuk sampai pada persepsi bahwa tinta yang tidak sengaja tertumpah dengan pekat warna yang dimilikinya akan menjadi objek perusak bagi kain yang menjadi objek penderita. Tinta menjadi objek pelaku yang akhirnya merusak sesuatu dan menjadikannya buruk. Indahnya kain putih yang polos dan bersih dengan perilaku terdahulu yang dengan hati-hati dirawat kini menjadi berbeda. Kehadiran tinta yang tidak pada tempatnya seberapa besar kuantitas yang terdapat pada kain itu bahkan apabila hanya titik, tentu membuat kain itu tetap menjadi buruk.

Terdapat ‘sesuatu’ pada kain itu,

‘Sesuatu’ itu mengganggu pemandangan, sehingga reaksi mengerutkan kening akan terjadi, dan mungkin diakhiri umpatan karena helaian kain putih itu adalah baju yang baru saja dibeli. Sesuatu ini tidak pada tempatnya dan yang lebih penting kehadirannya sama sekali tidak diharapkan. Sehingga, seindah apapun ketidaksengajaannya itu di mata persepsi lain, tentu tetap menjadi pengganggu dan penghancur bagi diri sendiri yang tidak mengharapkannya.

Tinta yang secara lahiriah dapat menghasilkan sesuatu yang indah, baik itu tulisan maupun lukisan, kini menjadi objek pelaku pembuat keburukan karena dipandang dari suatu persepsi yang memang menyudutkan dirinya. Ia tidak dapat begitu saja hilang dengan mudah karena keburukannya akan selalu meninggalkan jejak terutama pada suatu elemen yang terlalu polos dan bersih ini.

Hal ini juga terjadi pada objek penderita. Dahulu dirinya, kain yang begitu bersih dan polos kini ternodai. Perilaku menjadi berbeda, apabila memang kain ini tidak bisa diselamatkan tentu ia akan berpindah dari lemari kerajaan yang wangi dan nyaman, lalu berakhir di gudang sebagai kain pel atau dibuang sebagai akhir cerita riwayatnya.

Coba anda perhatikan apabila baju kesayangan anda kelunturan, alias terkena warna lain dari baju-baju yang bersamaan dicuci saat itu. Tentu kesalnya luar biasa itu mengapa secara komersial dan strategi ekonomi yang baik diciptakan bayclin untuk kembali memutihkan. Cukup unik karena ini terjadi untuk warna putih saja dan tidak ada produk-produk lain yang menyelamatkan warna-warna lainnya. Apa yang terjadi pada warna putih, sebegitu virginnya kah ia harus menjadi? Ah itu persoalan lain, intinya noda tinta itu akan tetap menjadi masalah.

Dalam bahasa gaul remaja saat ini, muncul istilah ‘gengges’ alias ganggu.

Kehadiran tinta yang menjadi noda akan memunculkan istilah di atas. Tinta mengganggu komposisi yang secara standar personal dimiliki oleh tiap-tiap orang dengan berbeda-beda kadarnya.

Namun, apabila kita mau merefleksikan diri. Kehadiran tinta secara tidak sengaja yang disebutkan menjadi; pengganggu, perusak, pengacau, dan pembuat kerut kening tentu dapat berbuah persepsi lain. Setiap ugly dan ugliness memiliki expired date alias tanggal kadaluwarsa bagi saya. Tidak selamanya hal ini akan terus mengganggu dan merusak hidup anda tergantung darimana kita melihatnya.

Di mata seorang seniman tentunya baju itu akan tetap ia pakai dengan senang hati karena tinta yang tertumpah adalah bagian dari proses menghasilkan suatu karya lukisan yang indah. Namun, bagi para muda-mudi esksekutif berkerah putih tentunya noda pulpen yang tercoret di bajunya akan menjadi pengacau besar dihari dimana ia harus melakukan presentasi di depan klien dan bos besarnya.

coba bandingkan, kehadiran tinta di waktu yang salah dan kehadiran tinta di waktu yang telah direncanakan..😉
      

Kata orang, jelek itu mutlak.

Kata saya jelek itu tergantung,

Lalu kata anda?


0 Responses to “TINTA. //Kehadiran di waktu dan tempat yang salah”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: