10
Jan
12

Pertengkaran antar Saudara

Keluarga saya terdiri atas ayah, ibu, dan tiga orang anak, yaitu kakak laki-laki saya, sekarang di tingkat akhir kuliahnya, saya di tingkat 3 kuliah, dan adik laki-laki saya yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Umur adik saya memang terpaut jauh dari saya dan kakak laki-laki saya sehingga ada masa di mana saya menghabiskan waktu bermain banyak bersama kakak laki-laki saya saja. Dibesarkan bersama kakak saya dan dengan banyak mainan yang sama yang dibelikan kepada kami, saya memiliki banyak kegemaran yang mirip dengannya. Pada masa kami masih balita, ibu saya berkata bahwa kami sangat akrab, namun memasuki dunia sekolah, entah mengapa kami jadi mulai bertengkar. Pertengkaran biasanya dikarenakan hal-hal sepele seperti curang dalam permainan, perebutan makanan, dan perebutan tempat duduk. Awalnya pertengkaran itu hanya berbentuk saling ejek mengejek, lama kelamaan mulai menjadi pertengkaran fisik. Sampai akhirnya adik saya lahir dan saya serta kakak laki-laki saya itu mulai belajar mengendalikan diri.

Ketika adik saya sudah cukup besar untuk mengetahui permainan yang biasa kami mainkan, pertengkaran pun mulai terjadi antara kakak dan adik saya. Masalahnya sama seperti pada kasus saya, yaitu perebutan permainan. Kebetulan permainan itu adalah permainan di komputer, di mana kakak saya lebih mengerti seluk beluknya dibanding kami berdua sehingga ia mempunyai kekuasaan akan hal tersebut. Pertengkaran antara kami juga dapat dibilang selesai karena masing-masing dari kami sekarang mempunyai kekuasaan akan laptop masing-masing. Namun, adik saya yang masih kecil yang belum memiliki laptop akan menggunakan komputer utama yang biasanya digunakan oleh kakak saya. Terkadang adik saya merusakkan komputer tersebut dan membuat abang saya marah, atau memasukkan data yang banyak sehingga laptop menjadi berat. Mungkin karena penyampaiannya yang kurang lembut maka adik saya akan membalas dan akhirnya mereka bertengkar.

Sampai sekarang pun perebutan kekuasaan atas komputer (dan hal lainnya juga) membuat mereka bertengkar. Terkadang saya menjadi penengah untuk mereka, namun di kebanyakan waktu orangtua sayalah yang bertindak. Jika dilihat dari contoh dalam hubungan antar saudara saya maka penyebab dari pertengkaran antar saudara adalah perebutan atas sesuatu hal. Jika dihubungkan dengan tori urutan kelahiran, anak pertama biasanya cenderung agresif namun dapat diandalkan. Sementara si tengah lebih santai dan pendamai. Si bungsu memiliki sifat periang, manja, dan mudah bergaul. Hal yang dapat dihubungkan dengan ini adalah di saat sisi buruk dari anak sulung (agresif dalam hal mengembalikan atensi orangtua) dan bungsu (manja), maka hal ini dapat menyulut pertengkaran. Penyebab berakhirnya pertengkaran antara saya dan kakak saya mungkin dikarenakan sifat-sifat yang dapat saling bertentangan itu sudah hilang seiring kelahiran adik saya. Namun, faktor lain tampaknya juga menjadi penyebab dari pertengkaran-pertengkaran seperti murni dari keisengan yang berbuntut panjang.

Hampir setiap keluarga pasti mengalami pertengkaran antar saudara, apakah Anda mengalami hal yang serupa?


5 Responses to “Pertengkaran antar Saudara”


  1. January 11, 2012 at 1:18 am

    Saya mempunyai adik perempuan yang masih dua SMP. Waktu saya masih SD, dan dia masih balita, kami sering berantam. Penyebabnya, selain merebut sesuatu karena saya yang iseng kepadanya. Hal ini mungkin sering dilakukan seorang kakak atau abang kebanyakan. Saya sering iseng sama dia sewaktu orang tua saya gak ada, jadi gak ketahuan.heheh Saat orang tua saya gak ada, kalau saya lagi mau ganggu tetap saya ganggu. Bila efeknya tidak terlalu heboh, orang tua saya hanya menegur. Sebenarnya iseng ini tidak bermaksud menyakitinya, saya hanya ingin bermain-main. Melihat dia marah itu sangat lucu, bahkan sampai sekarang. Setiap dia marah walaupun saya salah, saya pasti senyum atau tertawa.
    Sekarang kami sudah sangat jarang berantem, Dalam merebut barang juga tidak pernah lagi, entah kenapa kami mudah untuk berbagi, mungkin karena kami jarang bertemu.

  2. January 11, 2012 at 6:14 pm

    Jika Dila A berbicara sebagai anak tengah, Dila S berbicara sebagai si sulung, maka saya berbicara sebagai si bungsu

    Menurut saya pertengkaran antara saudara itu hal yang lazim terjadi. Hal-hal sepele seperti perebutan kekuasaan dan atensi orang tua menjadi isu yang sering terjadi. Atau mungkin bentuk afeksi seorang kakak yang tidak bisa diterima oleh sang adik (ngejahilin adik) dapat menyulut pertengkaran. Tapi dalam kasus saya dan kakak saya, kepribadian kami berdua turut mempengaruhi pertengkaran kami.

    Saya dan kakak saya terpaut 3 tahun. Dari kecil kakak saya memang sudah bertingkah bossy dan diktator. Oleh karena itu, sebenarnya saat masih kecil, saya dan kakak saya tidak pernah bertengkar. Kenapa? Karena dengan sikap bossy dan diktatornya, dia berhasil menciutkan nyali saya untuk melawan dia. Ya, saat masih kecil saya cenderung submisif dan agak helpless jika sedang dibully kakak saya. Bahkan dalam hal mempertahankan kepemilikan dan bermain komputer dan PS, saya yang harus mengalah karena kakak saya yang menyuruh saya seperti itu. Penindasan kakak saya mulai berhenti saat saya sudah SMP akhir. Saya mulai melawan dan dimulailah pertengkaran kami (tapi biasanya sih dia yang menang karena saya jarang melawan balik dia, buang-buang tenaga).

    Masalah stereotype sifat anak bungsu dan sulung, menurut saya ada benarnya juga. Hal itu terjadi di antara saya dan kakak saya (dan dengan praktek yang agak ekstrim tapi yah tidak usah dibahas di sini). Alasan kakak saya ‘menindas’ saya saat kecil sebenarnya adalah bentuk ketidakpuasan dia terhadap terlalu besar atensi orang tua saya pada saya. Karena saya anak perempuan dan kebetulan memiliki prestasi akademik yang lebih baik, orang tua saya seolah lebih menyayangi saya. Hal itu menimbulkan kecemburuan di hati kakak saya sehingga muncul niat untuk ‘balas dendam’.

    Kalau menyimak cerita saya, sekilas terlihat seperti kakak saya begitu jahat pada saya. Well…. bener juga sih sebenarnya, tapi bukan itu poinnya. Menurut saya, kami kompak dan klop sebagai kakak beradik. Kita salig bantu (walau lebih sering saya yang bantu dia, secara terpaksa) Saling menyeimbangkan lah. Bahkan selera kami sama sehingga kami tidak pernah bertengkar soal selera. Musik yang dia dengar, saya juga dengar. Film yang dia tonton, saya juga tonton. Bahkan kami sama-sama mengidolakan Iron Man sebelum Iron Man diangkat ke layar lebar😀 (hipster me and big bro, we like Iron Man before it was cool :B)

    Saudara bertengkar itu lazim. Kalau tidak bertengkar sama sekali malah aneh, bukan?

  3. January 11, 2012 at 6:40 pm

    Saya juga ingin menambahkan sedikit dari pengalaman saya sendiri. Kalau dalam keluarga saya, biasanya yang bertengkar adalah kakak kedua saya (anak tengah, laki-laki) dan saya (bungsu). Umur kami terpaut cukup jauh, karena saya berbeda 7 tahun dengan kakak laki-laki saya. Kalau berbicara tentang stereotype sifat kakak dan adik, memang kami sering bertengkar dari mulai hal-hal yang besar sampai hal-hal yang kecil dan insignifikan seperti channel tv, tempat duduk di meja makan, paha ayam (kami berdua paling suka dengan paha ayam dan sering berebutan), dll. Hal ini diperparah dengan cukup jauhnya perbedaan umur antara saya dengan kakak saya, karena sebelum saya lahir, kakak laki-laki saya sempat mengalami menjadi anak bungsu selama 7 tahun, dan tiba-tiba saja mempunyai adik setelah 7 tahun menjadi anak bungsu sepertinya cukup berefek ke kakak saya, sehingga secara tidak sadar dia menjadi dendam kepada saya yang telah mengambil statusnya sebagai anak bungsu selama 7 tahun. Pertengkaran kami berdua dan keirihatian kakak saya juga tambah diperparah dengan kondisi status akademis kami berdua. Kakak saya tidak terlalu suka belajar(malas) sehingga prestasi akademisnya tidak cukup baik, tapi saya cukup rajin sehingga prestasi akademis saya lebih baik dari kakak saya dan ini menambah keirihatian dan juga kejengkelan kakak saya terhadap saya.

    Apabila dilihat memang sepertinya kakak dan adik akan selalu bertengkar, baik itu dikarenakan ego, iri hati, sebel/ jengkel, maupun juga keisengan baik itu dari kakak maupun dari adik. Tapi yang unik antara hubungan kakak dan adik adalah bagaimana ikatan antara mereka terbentuk dari adanya pertengkaran tersebut. Saya dan kakak saya sering bertengkar, tapi sehabis itu kami berbaikan dan langsung bertingkah seperti teman baik. Bahkan saya dan kakak saya juga mempunyai kesukaan dan hobi yang cukup sama. Dengan semakin banyak bertengkar, kakak dan adik akhirnya akan semakin dekat dan semakin mengenal satu dengan yang lainnya, dan ujung-ujungnya akan saling menyayangi satu dengan yang lainnya. Seperti yang disebutkan oleh saudara Nadhila Adelina “kalau tidak bertengkar sama sekali malah aneh, bukan?”

  4. 4 fitriaisyah
    January 11, 2012 at 9:57 pm

    saya memiliki 3 orang adik dengan beda usia masing-masing 3 tahun. mungkin orang akan bilang perbedaan usia kami tidak terlalu jauh, tapi pada kenyataannya, perbedaan tersebut kadang-kadang membuat kami tidak akur. adik saya yang duduk di SMP dan SMA, adalah yang paling tidak akur di antara kami. adik saya yang SMA menganggap adik saya yang SMP sering sok tua, sedangkan adik saya yang SMP menganggap adik saya yang SMA menyebalkan dan tidak bisa diatur.

    menurut saya pertengkaran yang terjadi karena masalah sepele ini juga berkaitan dengan faktor usia kami berempat. buktinya, dulu saya dan adik saya yang SMA juga tidak akur, tapi setelah kami berdua lebih besar, kami justru jadi lebih akur dan seringkali iseng bekerjasama untuk mengganggu adik kami yang paling kecil.

    saya setuju dengan bagian “kalau tidak bertengkar sama sekali malah aneh, bukan?” memang kalau rumah sedang sepi dan saya sedang bosan, kadang-kadang mengganggu adik sampai kesal juga terasa menyenangkan🙂

  5. 5 joejoesensei
    January 11, 2012 at 11:38 pm

    Saya memiliki dua orang adik dan dua-duanya laki-laki. Adik terkecil saya masih 12 tahun dan autis sedangkan adik pertama saya sekarang menginjak bangku SMA. Saya dan adik terkecil saya tentunya tidak pernah bertengkar karena kami sekeluarga memberikan perhatian penuh baginya. Saya dan adik pertama saya, juga jarang bertengkar karena walaupun kami berdua memiliki sifat yang jauh berbeda, justru perbedaan ini yang membuat saya dan dia jarang ‘clash’. Saya yang cerewet bertemu dengan adik saya yang pendiam. Dan kami berdua juga seringkali meledek satu sama lain. Misalnya adik saya membangunkan saya setiap pagi dengan nyanyiannya yang fales dan membuat jengkel, namun itu tidak cukup membuat kami bertengkar. Jujur walaupun saya anak pertama, namun saya justru lebih manja kepada adik saya itu. Mulai dengan minta tolong dan lainnya. Namun adik saya tidak pernah marah apabila saya bersikap seperti itu.
    Adik saya juga bukan orang yang cepat memberikan inisiatif sehingga seringkali saya yang lebih ‘galak’ menyuruh atau menarikkan inisiatif untuk dirinya. Namun ia juga tidak marah dalam hal ini. Adik saya ini orang yang seringkali mengalah dalam hal-hal sepele. Misalnya, saya menyukai susu strawberry namun dia mnyukai susu cokelat. Tanpa dia berkata terlebih dahulu kepada saya, dia lebih memilih susu strawberry untuk saya. Pernah saat membeli makanan, ia sudah mengantri panjang dan baru saja akan membeli makanannya saat saya datang dan mengeluh bahwa pelayan yang menjajakan makanan dengan sengaja menghiraukan saya setelah saya mengantri. ia pun tanpa kata’ memberikan makanannya kepada saya dan ia pergi mengantri lagi untuk ia sendiri.
    Sesekali adik saya marah apabila ia memang sedang tidak mood, namun itu tidak hanya kepada saya tetapi juga kepada anggota keluarga lainnya.
    Jadi, saya agak tidak setuju dengan kata-kata bahwa, “kalau tidak bertengkar sama sekali malah aneh, bukan?”.
    Karena saya dan adik saya, berada dalam satu tim. ^.^


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: