11
Jan
12

Ruang TU, Ruang TUnggu kita

A:“Gue di TU ya, gue tunggu disini”
B: “Ngadem ah di TU”

Dua kalimat diatas adalah salah satu contoh kalimat yang sering didengar ditelinga para mahasiswa Arsitektur UI. Kata-kata tersebut biasanya sering didengar jika ada seorang mahasiswa ingin mengadakan pertemuan dengan seorang mahasiswa yang lain. Ruang TU Arsitektur UI memang berbeda dengan ruang TU Departemen lainnya, jika saya melihat atau sekedar lewat di depan ruang TU departemen lainnya maka saya belum pernah melihat ruang TU nya dipakai untuk tempat berkumpulnya mahasiswa atau sekedar tempat menunggu teman. Saya juga pernah melihat tulisan bahwa jika ingin masuk ke dalam TU Departemen Sipil maka harus memakai sepatu, tidak boleh memakai sandal.

Namun berbeda dengan ruang TU arsitektur, di ruang ini tidak ada peraturan bahwa seseorang harus memakai sepatu atau syarat lainnya untuk bisa masuk ke dalamnya. Menurut saya, hal ini menggambarkan bahwa ruangan ini memiliki kesan terbuka bagi semua orang yang ingin masuk ke dalamnya. Ruangan ini terkesan sangat ramah dengan semua warga arsitekturnya, mulai dari tamunya sendiri, mahasiwanya ataupun dosennya. Keterbukaan yang dihadirkan di ruangan TU ini membuat banyak sekali cerita yang bisa dimuat didalamnya. Ruang TU terkadang menjadi tempat curhat atau cerita seseorang walaupun secara tidak sengaja.

Ruang TU juga terkadang menjadi tempat menunggu mahasiswa seangkatan jika ingin mengadakan rapat atau lainnya, mereka tidak hanya duduk menunggu di atas kursi yang telah disediakan saja bahkan sampai duduk dilantaipun para mahasiswanya tidak segan-segan untuk melakukannya.

Menurut saya ruang TU ini sudah terlihat seperti ruang keluarganya mahasiswa arsitektur UI, keterbukaan, kekeluargaan serta tidak ada sifat yang resmi untuk menggunakannya membuat ruang TU ini bisa dipakai oleh semua orang asalkan tidak terlalu berisik dan mengganggu keadaan sekitar.

Selain dari kenyamanan yang ditawarkan diatas, ruang TU ini juga letaknya strategis, dikelilingi oleh selasar, terletak ditengah-tengah gedung departemen kemudian di dalamnya juga terdapat perpustakaan jurusan, selasar depannya merupakan jalur yang biasanya dilalui oleh orang-orang banyak jika ingin ke kantek (kantin teknik) dari lobi, departemen sipil ke kantek, EC kantek, atau yang lainnya. Kemudian didepannya juga terdapat mading mahasiswa arsitektur, dan juga terdapat studio di seberangnya. Hal tersebut membuat ruang TU ini menjadi sangat hidup dan terdapat banyak aktivitas dan sistem yang terjadi baik didalam ruangannya maupun di sekitarnya. Selain itu ada juga kursi yang empuk dan enak untuk diduduki yang juga menjadi salah satu fasilitas yang sangat mendukung untuk memancing orang-orang agar duduk ditempat itu disamping udara di dalam ruangnya yang cukup menyejukkan juga.


0 Responses to “Ruang TU, Ruang TUnggu kita”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: