11
Jan
12

Tempat shalat studio lantai 4 EC..

Bagi penghuni studio lantai 4 EC (baca: mahasiswa PA 3) yang beragama Islam pilihan tempat shalat sebenarnya sangat beragam. Bisa di mushalla di lantai 1 EC, di mushalla teknik, di lantai 3 gedung EC di dekat pantry tempat riset, dan juga di studio itu sendiri. Ketiga pilihan pertama merupakan tempat yang memang disediakan untuk kegiatan ibadah shalat. Tempat tersebut bersih, menyediakan peralatan shalat, dan dekat dengan tempat untuk berwudhu. Namun, sebagian besar mahasiswa pengguna studio lantai 4 EC dan juga lantai 5 (program internasional) cenderung memilih shalat di studio lantai 4.

Terdapat dua spot favorit yang digunakan untuk shalat: di ruangan kecil yang menghadap ke kantek dan di samping ruang tersebut, yaitu space kosong menghadap tangga. Di tempat kedua biasanya terdapat karpet yang digunakan sebagai sajadah oleh para mahasiswa. Dilihat dari segi kebersihan, kedua tempat ini jelas-jelas tidaklah suci. Walaupun kedua tempat ini tidak berada dekat dengan pusat keramaian di studio, namun tetap saja tempat ini tidak memenuhi dalam standar kesunyian untuk menciptakan kekhusyukan dalam shalat. Selain itu, tempat ini juga jauh dari sumber air. Mahasiswa yang ingin berwudhu akan pergi ke toilet dan menggunakan wastafel atau handheld bidet. Aktivitas ini sebenarnya tidaklah diperuntukkan untuk dilakukan di toilet. Genangan air di toilet dan licinnya lantai juga sering disebabkan oleh aktivitas ini. Untuk berwudhu biasanya penghuni studio lantai 4 EC menggunakan sandal. Demi mempermudah berwudhu, ada mahasiswa yang sampai meninggalkan sandalnya di studio agar bisa digunakan langsung ketika dibutuhkan.

Karena kedua tempat ini bukanlah merupakan tempat shalat yang sebenarnya, maka tentu saja tidak ada peralatan shalat yang memadai. Mahasiswa studio lantai 4 EC yang kreatif ini biasanya menggunakan apapun yang bersih dan lebar untuk dijadikan alas, seperti kertas roti. Namun, entah karena rasa penghematan yang tinggi atau memang hanya malas, kertas roti yang sudah digunakan berminggu-minggu itu pun jarang diganti. Penggantian terjadi hanya bila alas tersebut menghilang.

Menurut saya, fenomena ini terjadi karena alasan penghematan waktu dan tenaga. Sehari-hari menghabiskan waktu di studio dan sering dikejar deadline, tidak jarang kami tidak ingin meninggalkan studio. Bahkan di waktu-waktu yang longgar sekalipun. Tempat-tempat yang memiliki sedikit kriteria untuk shalat pun dijadikan tempat shalat karena alasan yang saya sebutkan di atas. Namun, dari sisi negatif, hal ini bisa dikategorikan ke tindakan malas. Malas untuk mencari tempat ibadah yang benar-benar memenuhi prasyarat. Nah, menurut Anda, apakah perilaku ini dapat diubah?


0 Responses to “Tempat shalat studio lantai 4 EC..”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: