12
Jan
12

Parkir perumahan

Dalam sebuah perumahan biasanya terdapat beberapa area yang memang diperuntukkan sebagai area publik/ area bersama yang dapat digunakan oleh semua orang, terutama penghuni perumahan. Area-area yang saya maksud adalah seperti taman, pertokoan, dll, tapi yang ingin saya angkat di sini adalah tentang jalan perumahan. Jalan perumahan berbeda dengan jalan umum, karena dia adalah jalan milik perumahan tersebut dan dengan memasuki jalan tersebut, berarti kita sudah memasuki sebuah area perumahan. Seperti area bersama perumahan lainnya, jalan perumahan paling sering digunakan oleh para penghuni perumahan. Jalan perumahan biasanya digunakan sebagai akses keluar masuk dari area perumahan.

Saya ingin membagi sedikit tentang suatu kejadian yang terjadi di daerah rumah saya. Di dareah rumah saya kebanyakan penghuni rumah memiliki 2 atau lebih mobil. Tapi yang unik adalah kebanyakan garasi rumah-rumah tetangga saya hanya muat untuk 2 mobil, bahkan ada yang hanya muat untuk 1 mobil sedangkan dia mempunyai 3 mobil. Berlebihnya jumlah mobil dibandingkan dengan jumlah yang bisa ditampung oleh garasi pemilik mobil terjadi di hampir semua rumah tetangga saya, bahkan dalam blok tempat saya tinggalpun, hampir semua rumah tidak mempunyai tempat yang cukup untuk memakirkan mobilnya di garasi rumahnya. Karena tidak cukupnya tempat untuk memakirkan mobilnya di garasi mereka masing-masing, maka penghuni rumah mulai menggunakan jalan perumahan di depan rumah mereka untuk memarkir mobil mereka. Hal ini menarik untuk dilihat karena pada saat pagi hari, sore hari, dan weekend, jalan depan rumah saya akan dipenuhi oleh mobil-mobil tetangga saya yang tidak bisa dimasukkan ke dalam garasinya. Tapi pada siang hari, jalan depan rumah saya akan langsung menjadi sepi dan lapang, karena tetangga-tetangga saya akan membawa mobilnya untuk bekerja.


kondisi pemarkiran mobil

Pada saat pagi, sore dan weekend, karena tidak/ belum berangkat bekerja, maka mobil-mobil tetangga saya akan diparkir di jalan depan rumahnya, yang membuat jalan depan rumah saya menjadi lebih sempit. Jalan yang seharusnya selebar 3 mobil, menjadi hanya bisa dilewati oleh 1 mobil saja, karena bagian kiri dan kanan jalan dipenuhi oleh mobil-mobil yang diparkir. Tapi pada saat siang hari, jalan depan rumah saya menjadi sangat lapang dan luas dibandingkan dengan pada saat mobil-mobil milik pemilik rumah diparkir di luar.Perbedaan ini sangat jauh terasa karena pada saat saya naik mobil dan melewati jalan depan rumah saya, maka saya tidak harus menutup cermin pinggir (rear mirror) mobi saya, tapi apabila mobil-mobil milik tetangga saya sedang diparkir di luar, saya harus menutup cermin pinggir mobil saya, karena kalau tidak kadang cermin pinggir mobil saya akan menyenggol mobil tetangga.

Apabila dipikirkan sebenarnya hal yang terjadi ini cukup lucu, karena walaupun tahu garasi mobil sudah tidak bisa memuat mobil lagi, tapi tetangga-tetangga saya masih tetap saja menyimpan mobil-mobil tersebut, sampai akhirnya mengambil area jalan perumahan, yang seharusnya merupakan area milik bersama. Karena kebutuhan akan sebuah area parkir, maka masing-masing penghuni rumah “mengambil” area jalan depan rumahnya yang sebenarnya merupakan jalan perumahan dan merupakan area milik bersama, dan akhirnya malah mengurangi jatah area bersama tersebut. Sehingga kita bisa melihat bagaimana yang awalnya merupakan area bersama, berubah dan berkurang luasnya, karena adanya kebutuhan pribadi masing-masing penghuni untuk sebuah lahan arkir tambahan


0 Responses to “Parkir perumahan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: