21
Nov
13

Violate The Body

Gambar 1. Diagram dan kolase

Ugly yang ingin kami hadirkan adalah dengan memasukkan dua unsur yang relatif yaitu terhadap waktu dan kegiatan. Kegiatan yang relatif disini mempunyai makna sebagai kegiatan yang ebrsifat subjektif sesuai kebutuhan masing-masing pengguna. Dalam kasus ini kami mengibaratkan kasus 5 orang penghuni yang  tinggal dalam satu ruang berukuran 3×4 m dan mengalamai perbedaan-perbedaan kebutuhan, yang menyebabkan space as extension of the body mereka saling bertemu dan overlap saat melakukan kegiatan yang relatif tersebut. Kegiatan yang bersifat relatif ini diinjeksikan secara paksa dalam ruang yang bersifat fixed sehingga akan terjadi rasa ketidaknyamanan pada indera manusia. Ruang inipun menjadi menyiksa bagi para penggunanya.

Percobaan dengan plastisin sebagai abstraksi dari gagasan kami:
Gambar 2. Perlakuan pertama
Gambar3. Perlakuan 3

Perlakuan pertama.

Berbagai macam kegiatan dan ruang yang dibutuhkan digambarkan melalui plastisin dengan beberapa warna dan ukuran. Ruang digambarkan melalui batasan-batasan solid dan tetap (fixed) berwarna putih. Kegiatan dimasukkan ke dalam ruang yang tetap tanpa penyesuaian. Ruang ternyata tidak mampu menampung berbagai kegiatan tersebut. Terlihat dari plastisin-plastisin yang keluar dari model ruang.

Kegiatan-kegiatan bertumpuk. Posisi berbagai kegiatan tersebut mungkin tidak sesuai dengan apa yang diharapkan pengguna. Ketidaksesuaian ini merupakan konsekuensi dari ketidakmampuan ruang, dengan batasan-batasan yang tetap itu, menampung seluruh kegiatan.

Tetapi, di antara kegiatan-kegiatan yang tidak disesuaikan itu, terdapat celah-celah kosong yang dapat dimanfaatkan. Kegiatan mungkin dapat diselipkan di antaranya. Kegiatan bersifat relatif. Sehingga, ia dapat menyesuaikan ruang, bukan?

Perlakuan kedua.

Dari pemikiran seperti itu, diberikan perlakuan yang berbeda pada model. Sifat plastisin yang dapat diubah-ubah sesuai dengan sifat kegiatan yang relatif. Sedangkan polifoam yang solid dan rigid sesuai dengan sifat batasan-batasan ruang arsitektur yang tetap (fixed). Plastisin dapat diubah-ubah bentuknya tetapi polifoam tidak.

Berbagai kegiatan, dalam bentuk plastisin, dimasukkan dengan penyesuaian. Satu persatu plastisin dimasukkan tanpa meninggalkan celah. Seluruh kegiatan dipaksakan masuk ke dalam ruang.

Penyesuaian kegiatan ini memungkinkan lebih banyak kegiatan masuk ke dalam ruang. Namun, sama seperti perlakuan pertama, terdapat penyimpangan dari kondisi ruang yang diharapkan. Terlebih, kegiatan perlu menyesuaikan diri dengan ruang. Pemaksaan ini dapat menimbulkan penyiksaan (violence) terdapat indera dan tubuh pengguna.

Ketidaksesuaian ini menghadirkan pemikiran tentang ruang yang ugly.

Sebab ruang arsitektur yang tetap akan bertabrakkan dengan kegiatan yang relatif. Ruang arsitektur, kemudian, violence terhadap tubuh (body). Ruang terasa lebih kecil dari semestinya.

Daftar pustaka

Tschumi, Bernard (1994). Architecture and Disjunction.

Kelompok: Anthya Dwita Mahatidana, Tirta Saraswati, Wayan Jatasya


0 Responses to “Violate The Body”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: