26
Nov
13

ugly; in between disorder and stereotype

Sebelum mendeskripsikan definisi ugly menurut kami, terlebih dahulu akan dibahas definisi beauty. Berdasarkan hasil diskusi, yang dapat disebut sebagai beauty adalah hal – hal yang disusun mengikuti order. Sedangkan order itu sendiri berasal dari nilai –nilai yang beredar luas dan dianut oleh suatu masyarakat. Sehingga di dalam masyarakat tersebut terbentuk stereotype mengenai apa yang disebut sebagai beauty. Sesuatu yang dianggap ugly berarti hal – hal yang tidak termasuk/ berlawanan dari stereotype yang ada di masyarakat dan tidak ada order yang dipakai untuk menyusunnya.

Kami mencoba mendefinisikan ugly dalam sebuah ruang, yang cara penggambarannya dilakukan dengan cara menggilir kertas dan menggambarkan ugly space secara bergantian karena menurut kami, disorder terbentuk secara spontan, tidak terpikirkan. Pertama – tama kami membentuk ruangannya terlebih dahulu, kemudian muncul intervensi yang datang dari anggota kelompok lain.

– Bentuk ruangan dibentuk dengan dinding yang tidak beraturan, tidak bersudut kaku.
– Tanaman yang tumbuh masuk ke dalam bangunan.
– Jendela pada umumnya terletak di dinding, dan menghadap keluar. Pada ugly space ini kami meletakkan jendela di lantai, dan digunakan untuk melihat tanah.
– Kolom ditambahkan persis di depan pintu dan menghalangi akses keluar masuk ruangan.

Dalam ugly space ini terdapat kamar mandi, namun tidak dapat diakses dan digunakan karena ruangan kamar mandi tersebut tidak memiliki pintu.
Penambahan pintu pada salah satu dinding, namun apabila pintu tersebut dibuka hanya terdapat dinding lagi, bukan berupa bukaan keluar.

Setelah gambar tersebut selesai/ disudahi, kami merasa ruang tersebut memang ugly, tetapi terdapat kemenarikan tersendiri. Menarik disini karena kami menemukan cara mendesain yang tidak biasa, yaitu berusaha untuk melawan mindset desain yang terbiasa untuk membuat sesuatu yang baik/ bagus.

Kami juga menganggap ruang ini menarik karena masih dapat diterima oleh kami, seperti dinding yang dibuat masih berfungsi seperti dinding pada umumnya. Tetapi jika ruang ini akan digunakan, misalnya sebagai ruang tinggal, maka ruang ini memang benar – benar ugly dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Lain halnya jika ruang ini digunakan sebagai sebuah exhibition hall, mungkin akan terlihat lebih menarik.

Anindita Rahmadhanisa – M. Ridho Zul Ikhwan – Mukrima Fauriska Djawaru


0 Responses to “ugly; in between disorder and stereotype”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: