26
Nov
13

Ugly-Ugliness, “Fitting Room, Tertutup Tapi Terbuka”.

Ugly dan ugliness. Kedua kata tersebut merupakan suatu kata yang muncul karena di dalamnya mengandung sebuah unsur parameter dan fenomena. Parameter adalah suatu pembanding antara satu hal dengan hal lainnya untuk menemukan apa saja unsur-unsur ugliness dari suatu hal dan apakah hal tersebut dapat dikatakan ugly. Dengan adanya parameter, tercipta suatu fenomena, yaitu pemberian “label” ugly pada suatu hal. Ketika suatu hal dianggap jelek dengan parameter yang ada dan lingkungan terpengaruh oleh parameter tersebut serta ikut menganggapnya jelek, maka saat itu parameter dapat menimbulkan ugliness dan ugly dari suatu hal. Singkatnya, parameter menunjukkan ugliness dan pemberian “label” ugly adalah fenomena.

Dalam suatu kasus dimana klien meminta suatu desain ruang yang ugly. Kata kunci yang digunakan dalam merancang desain tersebut adalah “parameter” dan “fenomena” tadi. Contoh yang digunakan adalah suatu ruang yang memiliki fungsi khusus. Parameternya adalah baik jika ruang tersebut dapat memenuhi fungsi dengan semestinya dan jelek jika kebalikannya. Ruang yang kami rancang adalah fitting room.

Image

Fitting room yang kita kenal adalah fitting room yang tertutup dan berfungsi mewadahi penggunanya untuk dapat berganti baju dengan menjaga privasinya. Karena itu, fitting room biasanya tertutup dari luar ke dalam dan dari dalam ke luar. Terjaganya privasi dengan baik atau tidak merupakan sebuah parameter. Parameter ini juga diciptakan oleh fenomena yang terkait dengan moral masyarakat dimana privasi tubuh harus tertutupi dari publik.

Image

Fitting room yang kami rancang memiliki konsep yang tertutup, tetapi terbuka. Secara fisik tertutup, tetapi tidak menghalangi secara visual. Orang yang di dalam dapat melihat keluar begitu juga yang di luar dapat melihat ke dalam. Dengan begitu, parameter fungsi fitting room untuk menjaga privasi tidak terpenuhi dan membuat orang yang berganti baju di dalam menjadi tidak nyaman.

Ugly dapat terdefinisikan ketika unsur-unsur ugliness lebih terlihat dari pada unsur-unsur yang lain. Dengan kata lain semakin terlihat ugliness dari suatu hal, semakin membuat hal tersebut berpotensi menjadi ugly.

Image

 

Oleh Faris De Indonesia – Fidyani Samantha – Vania Dwi Amanda Surya


0 Responses to “Ugly-Ugliness, “Fitting Room, Tertutup Tapi Terbuka”.”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: