27
Nov
13

Ugly Project: Empty Plain Room

Tugas                          : Merancang ruang/objek ugly dengan pendekatan sesuai keyword yang dipilih

Keyword                      : taste, sense

Author                         : Fathiyah Nur Fadhilah, Syifa Annisa, Taufiqul Hafizh

Sebelum memulai penjabaran desainnya, kita mulai dengan ini dulu:

Gambar 1. Kombinasi Foto 1

Gambar 2. Kombinasi Foto 2

Apa komentar kita setelah melihat gambar ini?

Aneh? Ngga sesuai?

Jelek?

Pernah denger kalimat ini?

“Ih kok ini jelek sih?”

“Ih aneh. Ngga cocok.”

“Ih jelek.”

Sering ngga sih kita menemukan kejadian di atas? Ketika ngeliat/menemukan hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita prediksi, apa yang biasanya kita pahami, dan lain sebagainya. Sesuatu yang berbeda, dan  kayaknya bermakna negatif dan cenderung dihindari.

Sebenernya apa sih yang ngebikin orang-orang berpikir gitu? Kenapa sih kesannya segitunya sama kata “jelek”? Mari kita (Fath, Syifa, dan Hafizh) tela’ah.

Gambar 3. Diagram Hasil Diskusi: Bagaimana Proses Pendefinisian Terjadi

Dari sebuah kondisi (context), kita secara otomatis mendefinisikannya sebagai jelek dan bagus. Pendefinisian tersebut dipengaruhi parameter (dipengaruhi sense dan taste) yang ‘ternyata’ sudah banyak dipengaruhi oleh hal-hal disekitar kita, seperti ketentuan budaya, aturan agama, pengalaman yang dialami, kebiasaan sebuah masyarakat, bahkan hingga kultur kompetisi yang menciptakan definisi jelek untuk kalah, dan bagus untuk menang.

Dari pendefinisian tersebut, terciptalah pelabelan atas sesuatu hal sebagai jelek, atau bagus.

***

Lalu kita berpikir: kalo selama ini parameter menjadi hal yang berpengaruh besar, gimana kalo kita mengubah parameter tersebut? Dengan tugas ini.

Gambar 4. Diagram Hasil Diskusi: Mengubah Parameter

Parameter:

Tugas                    : Ciptakan ruang/objek ugly dengan pendekatan sesuai keyword yang dipilih.

Achievement   : Menciptakan ruang/objek ugly

Failure             : ruang/objek yang diciptakan not ugly

Dengan begitu, ketika kita mencapai goal dari tugas ini (membuat ruang/objek ugly) maka kita mendapat definisi berhasil/not ugly. Sedangkan jika kita gagal membuat ruang/objek yang jelek, maka kita gagal/ugly.

Dari hasil analisa tersebut, kami menganalogikan sebuah pameran “menampilkan hasil karya ruang/objek jelek”. Setiap kelompok berupaya menampilkan karya paling bagus (ruangan/objek paling jelek) supaya dipandang berhasil/not ugly.

Namun di pameran tersebut kita memilih untuk menampilkan ruang kosong yang bersih. Perbedaan yang cukup ekstrim antara jenis ruang/objek jelek yang ditampilkan peserta lain dengan apa yang kita tampilkan menciptakan definisi ‘karya yang tidak sesuai dengan goal’ karena terlalu rapi dan bersih.

Dengan begitu, terciptalah sebuah karya ‘ugly’.

antara ada dan tiada everyday


0 Responses to “Ugly Project: Empty Plain Room”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: