30
Dec
13

Melihat Ugliness dalam Perspektif Orang Normal dan Penderita Tritanopia

Ugly – Ugliness

Melihat Ugliness terhadap Ruang dalam Perspektif Orang Normal dan Penderita Tritanopia

Arie Ardiningrum – Fitria Setyawati – Nadita Amalia

Menurut kelompok kami salah satu aspek yang mempengaruhi ugliness yaitu perspektif/sudut pandang. Kita bisa melihat sesuatu itu ugly tergantung dari sudut pandang siapa atau sudut pandang mana kita melihatnya. Studi kasus yang kami ambil adalah dengan menilai ugliness dari ruang untuk penderita buta warna. Warna merupakan salah satu elemen yang mempengaruhi kualitas suatu ruang. Warna yang ditangkap oleh mata orang normal berbeda dengan apa yang ditangkap oleh penderita buta warna. Dalam studi kasus kami, pengguna ruang merupakan penderita buta warna tritanopia.  Dibawah ini merupakan palet warna yang ditangkap mata orang normal dan penderita tritanopia.

Kami mencoba menggambar sebuah ruang tidur yang sederhana. Warna yang kami pilih sebagai pelapis seluruh dinding kamar adalah kuning neon. Bagi mata orang normal, warna ini tidak enak dipandang. Warna kuning neon yang terdapat pada dinding ruang tidur ini terlihat sebagai sebuah error. Warna ini melapisi seluruh pembatas ruang, bukan hadir hanya sebagai aksen atau pattern-pattern dekoratif. Dalam pikiran kita, kita sudah memiliki acuan bagaimana sekiranya sebuah warna kamar tidur, namun ketika yang muncul adalah warna yang kurang nyaman di mata ini, maka otak kita berpikir bahwa warna tersebut tidak seharusnya muncul sedominan itu di sebuah ruang khususnya ruang tidur, ruang untuk beristirahat.

Sedangkan jika kita lihat dari sudut pandang si penderita buta warna, ruang tersebut tidak terlihat ugly karena warna yang ditangkap oleh mata mereka berbeda dengan apa yang orang normal lihat. Penderita buta warna akan melihat warna kuning neon sebagai warna krem, warna yang lebih lembut dan natural. Jadi kehadiran warna ini pada seluruh dinding kamar akan terlihat sebagai suatu komposisi nyaman di mata untuk sebuah ruang tidur,

Studi kasus ini merupakan salah satu contoh mengenai bagaimana sudut pandang menentukan bagaimana kita melihat ugliness dari sebuah ruang, jika kita memandang suatu ruang dari sudut pandang subjek yang berbeda maka impresi mengenai beauty/ugly yang hadir pun akan berbeda pula.

ugliness tritanopia


0 Responses to “Melihat Ugliness dalam Perspektif Orang Normal dan Penderita Tritanopia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: