04
Jan
14

UGLY KITCHEN // ketika dapur seorang chef menjadi tidak bisa berfungsi

UGLINESS BERDASARKAN KONTEKS JAMAN

Dewasa ini, membludaknya jumlah penduduk dan terbatasnya ruang yang tersedia menjadi suatu isu yang sedang ramai dibicarakan. Sehingga di jaman ini, efektivitas ruang adalah yang paling dituju bagi kelangsungan hidup manusia.

Untuk kebutuhan ruang  yang dituju pada poin efektivitas yakni ruang yang memiliki fungsi maksimal dan optimal tetapi dengan ruang yang seminim mungkin, namun tetap ergonomis.

Jadi, di zaman ini, kami menghadirkan ugliness tersebut dalam desain sebuah ruang yang cukup vital,  yaitu dapur. Dimana kami membuat ruang tersebut menjadi sangat tidak efektif. Bisa dibilang kami ‘memboroskan’ ruang. Yang pertama kami lakukan yaitu merancang elemen-elemen dapur dengan ketidak jelasan order pada ruang. Storage, titik api, dan titik air dibuat berantakan (bahkan dapur ini tidak memiliki tempat persiapan maupun tempat sampah. Lalu elemen berupa peralatan dapur dibuat dengan tidak memperhatikan prinsip ergonomi (sangat pendek atau sangat tinggi).

Hal-hal tersebut membuat ruangan ini menjadi tidak nyaman sebagai dapur. Bahkan tidak dapat difungsikan. Sehingga menurut kami ini melanggar sifat efektivitas yang menjadi kebutuhan di jaman ini.

Gambar 1:  Skenario Ugly Kitchen

MENGAPA DAPUR?

Dapur adalah salah satu jenis ruang yang sangat membutuhkan order yang jelas. Selain itu dapur (hampir selalu) harus dibentuk dengan sangat memperhatikan aspek fungsional dan ergonomi.

CLIENT PROFILE

Seorang koki mancanegara. Ia biasa muncul di TV membawakan acara masak. Tentunya dia sudah biasa bekerja di dapur yang profesional, lengkap dan tepat (baik secara ergonomi maupun order)

Gambar 2: Denah dan Perspektif Ugly Kitchen

Pada gambar diatas, dengan melihat denahnya saja pun kita dapat mengatakan bahwa Dapur ini tidak baik. Dapur ini tidak dapat berfungsi. Dapur ini… JELEK!! UGLY!!

Kompor yang berada dibawah, membuat kita tak bisa memakainya dengan nyaman. Kursi yang terlalu tinggi, tidak jelas untuk apa dia disitu. Bahkan untuk menduduki kursinya kita perlu berjuang memanjatnya. Meja penyimpanan yang tidak jelas peletakannya dan bahkan menghalangi alur sirkulasi.

Gambar 3: Kolase Ugly Kitchen

Kami lalu berimajinasi lebih liar lagi dengan membuat kolase. Peletakan dibuat tidak beraturan. Dimensi furnitur dan elemen lainnya dibuat sembarangan. Keefektifan ruang yang dewasa ini menjadi perhatian kini diabaikan. Dapur yang selama ini dibuat ‘bersih’ pun kini dibuat menjadi kotor dan usang dengan langit-langit, dinding, dan lantai yang kotor, tua, dan usang. Hal ini menambah sifat ugly pada dapur.

KESIMPULAN

Efektivitas pada ruang dewasa ini adalah hal yang sangat diperhatikan. Dengan sedikitnya ketersediaan space membuat hal-hal yang terjadi di dalam space tersebut haruslah efektif. Ruang-ruang pun biasanya memiliki order yang rapih agar sistem didalamnya berjalan dengan baik (fungsi sebuah ruang dapat berjalan dengan baik). Ergonomi pun merupakan faktor yang sangat penting dalam terwujudnya kenyamanan pada ruang sehingga sistem didalamnya berjalan lancar.

Dengan mengabaikan faktor-faktor diatas, yaitu membuat order pada ruang tidak terlihat jelas, furnitur tidak ergonomis, ruangan menjadi tidak efektif. Dan parahnya lagi, ruangan tidak dapat berfungsi. Hal inilah yang membuat ruang tersebut menjadi UGLY.

Oleh:
Sarah Dwidara Eva Jelita
Shanti Amelia Purnomo
Thaza Theresia Georly


0 Responses to “UGLY KITCHEN // ketika dapur seorang chef menjadi tidak bisa berfungsi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: