26
Oct
10

Peran Serta Masyarakat

Dalam tugas community project yang saya lakukan beberapa minggu lalu di Boyolali, peran serta masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam proses pembangunan proyek ini. Peran serta masyrakat yang saya maksudkan di sini bukan hanyalah bantuan tenaga yang dapat mereka berikan ketika proses pembangunannya saja, tetapi juga dari proses awal menuju rancangan bangunan sendiri. Mengapa peran serta masyrakat itu penting? Hal ini dikarenakan bangunan ini nantinya adalah milik mereka dan mereka harus dapat merasakan bahwa mereka adalah bagian dari proses pembangunan ini.

Keterlibatan mereka dari proyek ini dimulai dengan partisipasi mereka dalam memberikan data tentang informasi keluarga mereka yang bentuknya adalah kuesioner. Informasi ini nantinya akan membantu saya dan teman-teman unutk menyusun kebutuhan yang memang mereka perlukan terkait dengan proyek yang kami lakukan. Partisipasi lainnya seperti diskusi dengan warga yang harus kami lakukan untuk mengerti kemauan mereka akan bentuk pengetahuan apa yang mereka inginkan ataupun tempat yang cocok dan dapat disediakanoleh mereka sebagai tempat untuk membangun proyek ini. Hal lainnya juga seperti bentuk apa yang mereka inginkan dari bangunan ini ataupun material yang mereka inginkan. Hal itu nantinya akan membantu kami dalam merancang bangunan untuk proyek ini.

Setelah rancangan proyek sudah dibuat, hal itu tidak mutlak menjadi rancangan yang akan dibangun karena harus didiskusikan ke warga lagi dan meminta pendapat mereka. Melalui dikusi dengan warga terdapat beberapa perubahan kecil yang menurut mereka sesuai dengan keadaan kawasan mereka. Setelah mencapai kata sepakat barulah dimulai pencarian material untuk bangunan ini. Material utama yang diapakai adalah bambu. Bambu di kawasan ini cukup banyak sehingga mudah untuk didapat. Pada tahap ini partisipasi warga juga dibutuhkan, seperti menyediakan pohon bambu mereka untuk ditebang ataupun mengangkat bambu-bambu tersebut ke lokasi bangunan. partispasi warga yang merupakan puncak dan penting adalah pada proses pembangunan itu sendiri. Bagaimana merekamembagi tugas sesuai dengan keahlian mereka untuk membangun proyek ini.

Dari banyaknya partispasi warga tersebut saya merasakan bahwa partispasi warga sangatlah penting. Selain untuk mempercepat proses pembangunan, hal yang lebih penting lainnya adalah bagaimana mengikutsertakan mereka dari proses awal sampai akhir sehingga mereka mampu merasakan sense of belonging dari bangunan yang nantinya terbangun ini.


3 Responses to “Peran Serta Masyarakat”


  1. October 26, 2010 at 6:05 pm

    peran serta masyarakat dalam suatu design memang sangat diperlukan, karena kembali pada hakikat arsitektur yakni untuk memenuhi kebutuhan ruang masyarakat yang merasakan ruang tersebut. Dalam penjelasan project ini, proses yang anda terapkan salah satunya adalah dengan menyebarkan kuesioner. Bentuk partisipasi ini sangat berbeda dengan apa yang dilakukan dalam project shared ground, pertemuan kuliah minggu 2, dimana mereka tidak menggunakan bentuk kuantitatif. Hal ini menarik untuk dipelajari, bahwa pendekatan yang dilakukan harus mengacu pada siapa subjek yang dituju. Bahasa, metode, dan pendekatan yang dilakukan pun berbeda. Sebagai masukkan, community project dapat pula diterapkan pada mereka diffable (as a different ability) bukan hanya pada anak-anak, para tuna rungu misal. Project pun akan semakin menarik, dengan prosess yang lebih menarik.

  2. 2 mijohanes
    October 26, 2010 at 6:16 pm

    Keterlibatan masyarakat dalam menciptakan suatu ruang komunitas bersama memang perlu agar ruang tersebut dapat sustain dalam masyarakat karena sense of belonging atau rasa memiliki bersama terhadap tempat itu. Tetapi apakah partisipasi selalu dapat menjadi solusi apabila sebuah masyarakat tidak memiliki kemauan untuk berpartisipasi?, yang sering terjadi di kota besar yang dibesarkan dalam budaya inidividu dan pola hidup yang sangat padat.

  3. October 26, 2010 at 9:02 pm

    proses desain partisipatif semacam ini sangat menarik, dan sepertinya penerapannya di arsitektur indonesia belum terlalu banyak. Saya telah melihat proses partisipatif ini di beberapa proyek yang kurang lebih bernilai sosial dan non-profit. Masyarakat lokal kelihatan sangat menghargai bantuan dan bentuk approach kita sebagai tenaga perancang dan mereka tidak keberatan untuk ikut serta berpartisipasi dalam pembangunannya. Menjadi pertanyaan saya apakah kemudian proses desain semacam ini dapat dipahami dan dijalani oleh komunitas masyarakat menengah keatas? Apakah mereka mau meluangkan waktu, dan ikut terjun pada proses desain tersebut? Dapatkah arsitektur yang partisipatif diterapkan untuk segala kalangan? Sepertinya hal ini menarik untuk didiskusikan lebih jauh.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: