27
Sep
09

Berwacana tentang arsitektur + keseharian

Blog ini merupakan wadah gagasan tentang arsitektur dalam konteks keseharian dari kelas “Keseharian & Arsitektur” sejak tahun 2008 di Departemen Arsitektur Universitas Indonesia.

Berbagai gagasan tentang everyday + architecture dalam blog ini terdiri dari:

1. Refleksi terhadap sebuah wacana, teori ataupun pandangan yang berkaitan dengan keseharian dan arsitektur.

2. Rekaman kasus yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, serta pembahasan tentang kasus tersebut dalam kaitannya dengan wacana arsitektur dan keseharian.

3. Rekaman eksplorasi yang dilakukan – observing, re-reading, re-interpreting – dalam upaya memahami wacana arsitektur dan keseharian.

16
Jan
12

ugly is something you hide

menurut oxford dictionary, ugly diartikan sebagai unpleasant to look at. dan saya sangat setuju dengan definisi ini.

saya pernah menonton sebuah drama serial Jepang berjudul Hotaru no Hikari. Drama ini bercerita tentang Hotaru, seorang desainer interior yang cantik, terkenal cekatan dan sangat telaten dalam bekerja. Namun dimata teman-teman sekantornya, Hotaru adalah seseorang yang misterius, karena jarang sekali ikut kumpul-kumpul di akhir pekan bersama teman-temannya, dan tidak pernah mengajak teman-temannya mengunjungi rumahnya.

ternyata, hotaru yang cantik, cekatan dan telaten, di rumah adalah seorang yang….

Photobucket

bandingkan tampilan di kantor dan di rumah seorang hotaru…

Photobucket

di rumah, hotaru jauh dari kata rapi. memakai baju seenaknya, tabrak warna, dengan barang berantakan di sekitarnya, tidur-tiduran dengan posisi yang juga seenaknya di teras rumahnya. sungguh jauh dari sosok hotaru yang biasa terlihat di kantor.

kondisi hotaru di rumah adalah ugly? saya yakin sebagian besar akan menjawab, ya. mengapa? karena kita melihat pemandangan yang tidak menyenangkan untuk dinikmati. benda-benda berserakan dan kombinasi warna baju yang sama-sama terang sehingga terlalu mencolok. belum lagi rambut yang berantakan dan tidak terikat dengan rapi.

tapi adakah yang tahu? tidak ada. karena hotaru selalu tampil 180 derajat ketika di kantor, memakai baju yang rapi dan serasi serta rambut yang disisir rapi dan tidak pernah berniat mengundang teman-teman kantornya ke rumah. so, no one knows, she hides that…

di kamar kosan, saya mempunyai sebuah desk tempat saya menaruh banyak barang, khususnya asesoris dan benda-benda yang saya pakai sehari-hari. setiap hari saya menghabiskan waktu cukup lama (sekitar 15-20 menit) di depan desk tersebut ketika bersiap-siap hendak pergi ke kampus, ataupun berpergian (apalagi berpergian bisa lebih lama). jadi desk tersebut dapat dikatakan salah satu yang dapat menunjang saya berpenampilan lebih baik.

namun ironisnya, kondisi desk tersebut adalah….

Photobucket

sangat tidak rapi, botol-botol terguling, bahkan dapat ditemukan sampah. namun, saya justru berusaha menghasilkan penampilan yang rapi setiap harinya, padahal ‘sumber’nya adalah sesuatu yang jauh dari kata rapi. ugly? ya. berantakan, sampah berceceran, tidak teratur. tapi desk tersebut tidak ada yang tahu *kecuali teman-teman dekat yang memang cukup sering ke kamar saya*, tidak pernah ditunjukkan, bahkan output yang berasal dari kegiatan berlama-lama di depan desk tersebut setiap harinya 180 derajat berbeda.

ugly, menurut saya adalah sesuatu yang tidak enak dipandang mata, maka dari itu seringkali disembunyikan atau dibuang. maka dari itu kita rela membeli tempat sampah agar sampah memiliki tempatnya sendiri sehingga tidak dapat terlihat langsung, dan posisi TPA biasanya jauh dari jangkauan kebanyakan orang. seperti contohnya TPA di fakultas teknik yang terletak di belakang laptek sehingga jauh dari pandangan mata.

13
Jan
12

The Ugly

Image and video hosting by TinyPic

Ugly atau jelek, buruk. Sebenarnya apa ang dimaksud oleh ugly, bagaimana sebuah benda disebut jelek. Banyak pendapat, yaitu kotor, tidak sesuai konteks, dan lain-lain. Botol penyek di ataslah yang saya lihat menjadi ugly, alasannya adalah karena bentuknya tidak sesuai lg seperti sedia kala, lalu botol ini juga tidak berfungsi dengan baik, karea tidak dapat menampung air sebagai mana mestinya karena remuk dan bocor lalu benda ini juga tidak dapat dipegang secara sempurna, karena unsure ergonomisnya telah hilang. Benda ini ugly dan akhirnya hanya akan menjadi sampah pada saat ini dan konteks serta waktu ini. Mungkin benda ini akan berbeda terlihat ketika ada seorang seniman menggunakannya sebagai sebua seni instalasi sesuatu. Kesimpulanny adalahs ebuah benda ugly dinilai secara objektif oleh orang yang melihatnya pada saat tertentu.

13
Jan
12

UGLY in FACEBOOK

Private photos, adalah salah satu menu pilihan di dalam facebook. Private? mengapa dipilih? Ada yang dpilih karena mereka tidak ingin kehidupan pribadinya dilihat orang lain, tetapi untuk saya

Image and video hosting by TinyPic

Dan ini hal yang saya tidak pivate di facebook

Image and video hosting by TinyPic

Hal ini saya lakukan karena teman saya di facebook, meliputi komunitas kampus, komunitas sma, yang menjadi komunitas paling mengenal saya dan lainnya adalah kelompok-kelompok orang yang hanya mengenal sekilas saja seperti komunitas kerja. Saya ingin menghadirkan image mayu yang mature dan dapat menangani dan bertanggung jawab akan pekerjaan. Foto pertama merupakan foto yang diambil saat saya ekskursi ke Alor, dapat dilihat ada rumah adat di bagian kiri. Secara fotografi foto pertama sangat bagus, diambil dengan kamera slr dengan tingkat fokus yang tepat dan tone colour yang menggambarkan suasana Alor, tetapi ekspresi saya yang sangat ekspresif memberi angle yang buruk pada muka saya, terlihat bulat, hidung besar, dan berkumis. Sedangkan melihat foto kedua yang menurut saya, adalah mayu yang sedang bekerja, dengan mengatur model dalam berpakaian, dan mengarahkan gaya. Walupun secara fotografi tidak terlihat muka saya, warna terlalu gelap dan sebagainya. Tetapi hal pertamalah yang ingin saya sampaikan pada teman facebook. Ketika mereka melihat foto pertama yang saya pikir mereka akan pikir adalah mayu yang immature dan sangat cuek dalam berpenampilan. Hal ini tidak ingin saya tampilkan sebagai image, bagaimana apabila rekan kerja atau klien saya melihat? Karena facebook lebih sekedar website biasa menurut saya, facebook adalah suatu marketing dimana saya menjual diri dan karya, sedangkan foto ugly ini menurut saya bukanlah sesuatu yang bisa dijual, bukan sesuatu yang membuat saya mendapatkan sebuah pekerjaan dan apresiasi. Sedangkan di foto kedua, lebih menjual diri saya, seakan saya kreatif dan bertanggung jawab. Tetapi yang menjadi pertanyaan, apakah dengan menampilkan foto pertama saya akan kehilangan pekerjaan? Atau justru menambah pekerjaan? Atau tidak merubah apapun? Foto pertama tentu tidak menjadi ugly apabila kegunaan facebook bagi saya adalah sarana mencari teman yang sejenis, serun dan humoris, sehingga menurut saya sesuatu yang ugly akan menjadi ugly apabila tidak sesuai dengan kontex, yang di mana dalam hal ini foto pertama Untuk saya hingga sekarang saya tetap menganggap ugly hal-hal yang tidak dapat menjual saya dan menutupnya untuk akses publik.. Thanks to facebook for private setting :D

13
Jan
12

Make Up

Pertama kali saya menggunakan make up adalah kelas 2 sma, tetapi memakai make up tidak menjadi sebuah rutinitas karena teman laki-laki (pada zaman itu) apabila melihat kami para wanita abg memakai make up, maka ejekan lah yang keluar dari mulut mereka, seperti tante-tante, pipi terlalu merah, dan sebagainya. Tetapi memakai make up mulai saat itu saya telah biasakan, dipakai saat pergi bersama teman wanita saja, rutinitas dilakukan sebelum pergi, berkumpul di rumah salah satu rumah, kemudian memakai make up bersama, saling menshare tips. Semakin kemari, kebiasaan make up semakin sering dilakukan, tidak hanya saat pergi sesama wanita, tetapi kami mulai berani apabila pergi bersama lelaki juga, tetapi ternyata tanggapan seperti hinaan dan sebagainya hanya datang ketika pertama dahulu saja, mereka sekarang menggap hal tersebut sudah lumrah dilakukan, melihat penggunaan makeup sekarang sudah mulai digunakan bahkan oleh abg-abg smp. Dengan kelumrahan tersebut, saya pun sekarang menjadi aneh apabila keluar, pergi bersama teman-teman kususnya komunitas teman sma, tidak menggunakan make up. Tetapi everyday telah berubah, dahulu sistem penggunaan makeup, seperti teman, dimana sebelum pergi ke tempat tujuan, berkumpul bersama saling memberi tips dan memakaikan. Sekarang sistem yang terjadi kami memakai makeup sendiri, belajar sendiri melalui tutorial di internet, kemudian mengaplikasikan sebelum datang ke acara dan telah tampil cantik ketika bertemu dengan teman-teman tersebut, dan saling membandingkan hasil makeup masing-masing memberi penilaian (sendiri) terhadap yang lain, seakan musuh, berlomba untuk menjadi yang lebih cantik. Hal tersebut menjadi bukti bahwa esensi memakai make up yang dahulu (pada komunitas kami) telah berubah, dahulu menjadi sebuah moment yang dilakukan dan dinikmati bersama dan sekarang menjadi sebuah moment yang dilakukan dan dinikmati sendiri. Tetapi hal yang tidak berubah, kami melakukan hal ini demi kepuasaan dan kebanggan kami sesama para kaum wanita, bukan untuk anda kaum laki-laki :p

 

13
Jan
12

CONNECTING PEOPLE

Apa yang akan anda lakukan bila jauh dari orang tua dan orang-orang yang anda sayangi? Pastinya akan mencoba untuk menguhubungi mereka setidaknya memberi kavar tentang keadaan diri dan mengetahui keadaan mereka. Saat ini saya mengalami hal tersebut di mana jauh dari orang tua, dan tidak ada alat komunikasi yang dapat di gunakan, -baca: handphone. Di waktu sekarang ini sangat terasa bagaimana kehidupan kita sehari-hari semakin dipermudah dalam berkomunikasi, menunjukan eksistensi diri pada tiap status twitter atau facebook yang kita post dan perlihatkan kepada semua followers dan teman setiap saat. Nah, bagaimana jikau keseharian kita dengan ketergantungan alat komunikasi tersebut hilang untuk beberapa saat. Dimana ketersediaan internet terbatas, dan juga pelarangan pada dua situs yang paling sering kita kunjungi tersebut ( twitter dan facebook )。 Apakah anda akan kalang kabut? Perubahan ini saya rasakan sangat drastis, untungnya saya bukanlah pecandu dua situs tersebut. Tetapi tetap saja pentingnya komunikasi kepada keluarga.

Ini adalah salah satu efek kemajuan ilmu teknologi, dimana kita sangat dimudahkan dalam mengggunakan manfaat dari teknologi tesebut namun pada akhirnya tanpa disadari hal tersebut juga menjadi candu bagi para penggunanya. Tetapi dari saat ini saya sadar bahwa terkadang lepas sejenak dari hal-hal terebut banyak waktu yang bisadigunakan untuk pekerjaan lain, hubungan dengan sesama juga lebih baik karena tidak adanya perselingkuhan dengan si benda dan hal tersebut. Intinya dapat lebih menikmati kehidupan. Maka saya mengajak untuk lebih mengurangi ketergantungan pada hal-hal tersebut maka kualitas hidup akan lebih baik.

13
Jan
12

Gerbong Spesial ini Hanya untuk Wanita

Nyaman, bersih, dan bernuansa pink. itulah nuansa gerbong kereta khusus wanita saat saya pertama kali masuk di dalam gerbong yang masuk kelas AC-ekonomi jurusan Jakarta-Bogor ini. Sepanjang mata memandang hanya terlihat wanita kantoran, Ibu-ibu, mahasiswi, semuanya penumpang wanita. Wau! ini menakjubkan. Sangat berbeda kondisinya karena biasanya harus berdesak-desakan dengan penumpang lain baik wanita maupun pria. Pemandangan di dalam gerbong spesial ini beraneka ragam, mulai dari penumpang yang ngemper di lantai sampai penumpang yang sudah siap dengan kursi lipatnya. Semua terlihat nyaman melakukan aktivitas ini itu tanpa merasa ada gangguan. Awalnya merasa sangat tidak biasa karena biasanya naik kereta itu harus ekstra hati-hati, masuknya pun mesti super duper nyempil di antara orang-orang, dan di dalam kereta aktivitas menjadi sendiri-sendiri.

Belum lagi aksesoris yang cantik ini memang wanita sekali. Dengan tanda-tanda atau stiker yang berwarna pink. Dibandingkan gerbong biasa, gerbong spesial ini lebih cozy layaknya kamar wanita. Bagaimana tidak penumpang di gerbong ini menjadi lebih nyaman untuk beraktivitas di dalamnya. Begitu pun saya, walaupun di dalam penuh, tetapi tidak menutup kenyamanan saya berada di dalam gerbong ini.

Namun kenyamanan itu segera menjadi janggal setelah saya melihat bapak-bapak masuk ke dalam gerbong ini. Belum lama bapak ini berada di dalam gerbong, seorang ibu menegur bapak itu yang kemudian disetujui oleh penumpang wanita lainnya sehingga mata dan suara para penumpang tertuju pada bapak-bapak ini. Dan gerbong kereta ini pun menjadi ramai dengan suara gaduh bernada jengkel para wanita karena kehadiran bapak di dalam gerbong spesial mereka. Saya pun memang awalnya merasa aneh, padahal saya sudah terbiasa dengan kehadiran laki-laki di dalam gerbong yang sama saat naik kereta. Tetapi ludes begitu saja semenjak kehadiran bapak ini seorang diri karena berada dalam posisi yang salah saat ini. Selain dari penampakan dia paling berbeda diantara penumpang lainnya, sehingga mudah dikenali ‘siapa anda’ ini, kehadiran satu orang laki-laki ini ternyata telah mengganggu sistem kegiatan, kenyamanan, dan kepemilikan para penumpang wanita. Dimana gerbong ini telah menjadi sistem yang mangandung kegiatan yang hanya dilakukan wanita, apa yang di punya wanita (aksesoris), dan jika anda (laki-laki) masuk ke dalamnya, maka anda telah merusak sistem yang terbentuk di dalam gerbong spesial ini. Sehingga jangan salahkan kalau tiba-tiba anda ditegur dan menjadi objek ketidaksukaan para wanita terhadap anda.

Cuplikan kejadian tadi menjadi perhatian saya dengan menyimpulkan kondisi tersebut termasuk sesuatu yang ‘ugly’ karena tidak berada dalam penempatan yang seharusnya. Di dukung dengan waktu dan tempat kejadian yang sudah menjadi ikon “gerbong spesial ini hanya untuk wanita”. Sistem yang terbentuk di dalamnya menjadi janggal dan tidak berjalan karena kehadiran satu orang yang dianggap “anda bukan bagian dari kami” sehinngga menjadi ‘ugly’ bagi para penumpang wanita, termasuk saya.

13
Jan
12

Ugly: Pengamen oh Pengamen

Percaya atau tidak, saat sedang mengerjakan PA beberapa hari lalu menjelang eksternal di kosan salah seorang kawan, sudah yang keempat kalinya kami dikunjungi oleh pengamen. Entah berasal dari mana, tiba-tiba mereka muncul begitu saja. Saat itu di siang bolong seorang pengamen muncul di depan pintu kos teman saya. Itu merupakan pengamen yang keempat. Mungkin karena posisi dari kosan teman saya yang juga agak mendekati jalan utama kawasan Kutek sehingga begitu mudah untuk didatangi para pengamen tersebut… Di satu sisi sepertinya itu baik, karena memberi kami kesempatan untuk  berbuat baik terhadap sesama. Namun di sisi lain sepertinya itu merupakan sesuatu yang ‘kurang baik’…ugly thing…menurut Anda?  Bagaimana tidak… Seolah kawasan Kutek ini menjadi sasaran empuk para pengamen untuk mencari nafkah, sementara yang mereka lakukan terkadang kurang seimbang dengan apa yang mereka dapatkan…  Mereka mengamen, seolah terkesan ingin menghibur, namun yang ada beberapa dari kami malah merasa terganggu oleh kehadirannya saat sedang mengerjakan tugas… Bahkan… mereka pergi begitu saja setelah beberapa rupiah diberikan saat mereka sedang ‘show’ bernyanyi… Lantas, apa yang menyebabkan ‘pola’ seperti ini bisa terjadi dalam kehidupan bermasyarakat… tak bisa disalahkan keberadaan mereka itu, mengapa bisa terjadi… mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki… Lalu, bagaimana agar para mahasiswa yang berada di Kutek itu tetap merasa nyaman dan tidak terganggu dengan keberadaan mereka…? Yuk mahasiswa arsitektur (interior juga boleh), jadikan ini sebagai tantangan untuk mendisain…

13
Jan
12

// Arena Balap buat Supir Metromini

Mungkin sebagian dari kita pernah menggunakan moda transportasi ini untuk bepergian. Ya, inilah metromini, satu dari kesekian angkutan umum yang berada di Kota besar tempat kita tinggal. Beruntunglah buat kalian yang pernah menaiki angkutan ini, karena biasanya sang supir memenuhi keinginan kita agar cepat sampai pada tujuan. Bagaimana caranya: ngebut!
Ya, ngebut. Demikianlah keberadaan metromini menurut Beny & Mice dalam serial komik Lagak Jakarta, benci tapi dirindu oleh warga kotanya. Sebetulnya terkadang mereka berjalan lambat seperti siput dikala sepi penumpang. Namun apabila ada rekan sejawatnya (bus metromini lain) entah mengapa mereka langsung tarik gas ngebut begitu saja… Tanpa pikir panjang, bahkan seringkali mengganggu pengendara lain di jalan… Seperti inilah kondisinya…

Menurut saya sebaiknya mereka diberi penyaluran yang tepat untuk meluapkan insting balapannya, yaitu… arena balapan khusus untuk para supir metromini. Bagaimana caranya… Undang investor, ciptakan event hiburan yang dapat menarik minat masyarakat, seperti F1, moto GP, perbesar publikasi… dan bukankah keuntungan besar diraih… mungkin memang seperti tak dapat mungkin terjadi, karena sulit… tapi, yakinlah itu bisa… for better Jakarta… Bagaimana tanggapan anda???

12
Jan
12

Beauty and The Ugliness

Menjadi ugly menurut kamus Webster  adalah cenderung menolak atau tidak menarik secara aestetik. Seperti antonimnya beauty, ugliness memiliki penilaian subjektif.
Menurut Wikipedia, sebagai antonimnya, kata beauty sebagai pengaruhnya untuk masyarakat menciptakan standar perbandingan dengan ‘ideal beauty’ yang merupakan suatu wujud  yang terdiri dari banyak fitur yang membentuk beauty dan salah satu standar menuju kesempurnaan. Sehingga menjadikan apapun yang paling sedikit memiliki fitur ini menjadi ugly. Standar ini menjadi penting karena banyak orang atau hasil karya seni juga harus mendapatkan cap ‘beauty’ untuk dapat diterima kemudian menjadi terkenal, berpengaruh dan menjadi contoh bagi orang dan penciptaan karya seni selanjutnya dan membentuk persepsi beauty untuk masa mendatang. Sehingga apa yang kita nilai beauty itu sebagian besar  juga hasil provokasi media.
Saat sebelum masa click –> post –> famous ada, persepsi tentang beauty (yang diprovokasikan media yang saat itu masih di control oleh sebagian kecil dari masyarakat itu sendiri) lebih sempit sehingga apapun yang tidak sesuai standar beauty tersebut dengan gampang tidak diterima dan dapat diklasifikasikan ‘ugly’ dan menjadi terabaikan.
Namun sekarang saat kontrol media ada di tangan setiap orang yang dapat mengakses media iu sendiri, persepsi masyarakat tentang beauty melebar seiring dengan banyaknya contributor dalam standarisasi beauty itu. Sesuatu yang dahulu mutlak ugly, sekarang dapat dipertimbangkan kembali dengan persepsi orang lain yang mengatakan bahwa sesuatu tersebut memilik beauty dari sisi lain. Dengan persepsi beauty yang makin meluas tersebut, masih adakah yang hal yang tidak dapat dikategorikan beauty dan masuk kategori ugly?

12
Jan
12

Klimaks Tapi Antiklimaks

60 menit yang lalu, Saya masih berdiri di dalam kerumunan yang sudah seperti lautan orang dalam sebuah pertunjukan band yang di impor dari Amerika yang diadakan di Tenis Indoor Senayan yang rutin disulap menjadi tempat pentas musisi.

3 hari yang lalu, Tiba-tiba blackberry saya bergetar dan terlihat ada pesan dari teman lewat, yang isinya mengajak nonton konser band tersebut, dengan memilih penonton area festival

2 tahun yang lalu, Terakhir kalinya saya datang ke sebuah pertunjukan live musik yang besar sebelum konser tadi malam, perasaaan yang sama kembali terjadi, tapi masih buyar dalam bayangan dalam otak

Ternyata ada sebuah detil yang masih saya ingat dan sama seperti konser sebelumnya.

 

 

Pertama yang terfikir adalah mengapa memilih area festival? Karena konser sebelumnya pun saya berada di area penonton itu

Mungkin kalau di Tribune penglihatannya tidak terlalu baik karena berada di samping kiri dan kanan dari panggung sehingga saat menonton bisa terkena keram karna melihat ke satu arah dalam waktu yang lama, dan kalau VIP walau berhadapan langsung dengan muka musisinya namun dia berada terlalu jauh sehingga tidak telihat fokus dan tidak bisa dekat dengan panggung, walau sebenarnya dia bsa melihat keseluruhan panggung karena letaknya diatas, namun harga tiketnya tidak terlalu pas.

Sehingga dengan alasan tiket murah, dekat dengan panggung, arah pandangnya tidak terlalu statis, dan bisa berdiri dengan berdekatan dengan penonton yang lain agar lebih terasa suasana konsernya.

Terjawab Mengapa kami memilih penonton area Festival, masih sama seperti 2 tahun yang lalu.

Urutan lagu? Ya ternyata saya masih ingat bagaimana seorang musisi menempatkan urutan lagunya saat konser, urutannya dari awal adalah lagu hits pembuka– 3 lagu pengisi – 1 lagu hits – 1 lagu pengisi – 2 lagu hits penutup, ya kurang lebih seperti lagu andalan banyak yang ditaruh dibelakang sehingga apa yang ditunggu para penontonnya menjadi klimaks diakhir acara dan bisa jadi penutupan yang berkesan

Hal klimaks itulah yang saya tunggu kalau datang ke sebuah pertunjukan, karena umumnya saya hanya mengingat beberapa lagu andalan jadi hanya itu yang bisa saya nikmati, diawal sampai 3 lagu pengisi, penontonnya masih santai mendengarkan dan tidak terlalu histeris, penglihatan kepanggung masih jelas, tidak mengikuti lirik terlalu jelas karena ketidakfamiliaran dengan lagu pengisinya. Kedua layar besar yang diletakkan di kiri-kanan masih kurang dibutuhkan karena tidak ada yang melihat kearah situ kecuali kamera sedang merekam profil saat mereka memainkan instrumen.

Masuk ke lagu hits pertengahan acara sudah mulai terlihat kehisterisan dan kenorakan seorang pengemar, sedikit menggangu karena banyak yang melambai-lambai tangan keatas, mulai mengeluarkan gadget untuk merekam yang merusak pandangan karna tertutupi di area festival yang harus saling berbagi dan akur dengan sesama penonton. Ekspresi yang mulai sober terlihat diraut penontonnya.

Dimenit terakhir barulah hal yang familiar terdengar, dimenit yang hanya saya hapal lirik lagunya, dimenit yang harusnya menjadi momen musikal, dimenit klimaks ini, terdengar suara cempreng wanita histeris dari sebelah kiri yang jogged tidak karuan sambil asik sesekali menginjak kaki saya, terlihat kamera digital dan iphone saling berlomba menutupi pandangan, terlihat hanya tangan melambai-lambai mengisi suasana, yang terlihat hanyalah suasana panggung yang terlihat dari kedua layar lebar yang berada di samping kiri dan kanan panggung yang warnanya tidak tersaturasi dengan baik namun akhirnya ada kegunaannya, walau terlihat seperti pertunjukan live yang disaksikan di layar kaca rumah. Ternyata ini yang sama dirasakan, seperti 2 tahun lalu menonton pertunjukan musik, hal detil ini, dimana pemilihan area menonton itu ternyata sangatlah penting dan menentukan kesan dan pengalaman apa yang didapat dari sebuah pengalaman musikalitas.

12
Jan
12

simsalabim! Ruang parkir & meja prasmanan

null
null
Apa hubungan antara keduanya? Bagaimana sistem regulasi setempat?

Peruntukkan ruang parkir saat ini memang sangat penting. Dengan ruang parkir, pengendara dapat menitipkan kendaraannya sejenak untuk melakukan aktivitas yang lain. Dengan ruang parkir, terjaminnya keamanan sebuah kendaraan dapat dipercayakan. Ruang parkir yang melengkapi suatu fungsi bangunan komersial kini juga hadir dalam bentuk yang lebih independen. Tidak harus melekat pada fungsi public yang sudah ada, tetapi juga terkadang memang dibutuhkan sehingga peletakkannya tidak menempel pada bangunan yang ada.
Contoh lain dari sebuah ruang parkir ialah hadir karena adanya kebutuhan berpindah penggunaan alat transportasi seperti yang terjadi pada tempat parkir yang tersedia di dekat stasiun KRL Pondok Cina, Depok. Banyaknya jumlah masyarakat berpindah angkutan dari motor –kereta – motor harus diakui memudahkan akses yang bersifat personal. Motor digunakan untuk berpindah dari tempat tinggal menuju stasiun. Untuk kemudian diparkirkan selama bepergian melanjutkan menggunakan kereta.
Ruang parkir yang tersedia berjarak sekitar 10 meter dari loket belakang stasiun Pondok Cina ini memiliki keunikan tersendiri. Pada awalnya memang merupakan existing yang terbengkalai. Kemudian tercetus ide oleh warga setempat untuk mewadahi motor- motor yang memiliki keperluan parkir. Tempo itu, memang momennya tidak jauh dari saat terbakarnya parkiran motor stasiun Pondok Cina sehingga memerlukan ruang subtitusi, penggantinya untuk sementara. Ruang parkir ini juga dilengkapi dengan toilet dan ruang depannya diberi luasan yang sengaja disediakan bagi para pedagang kaki lima menjajakan produknya.
Keseharian aktivitas pada ruang parkir yang mengalir wajar juga sering penuh ini mendadak berubah drastis ketika hari sabtu atau minggu tiba. Pada satu kebetulan dalam kesempatan yang langka, saya melihat fungsi parkir ini berganti total menjadi ruang pesta pernikahan! Ruang ini mungkin memang hanya seluas 10x 10 meter, tetapi ketersediaan ruang yang memang memiliki syarat-syarat terbentuknya memang sama. Ruang parkir membutuhkan area luas yang memiliki teduhan atau naungan. Tidak jauh berbeda, ruang pesta pernikahan yang mengundang banyak khalayak pun membutuhkan ruang besar ditambah dengan meja –meja wadah piring makanan yangdipercantik dengan taplak kain dan gantungan di sana sini.
Ternyata memang merupakan kebijakan bersama bahwa ruang parkir ini dapat berganti fungsi sesuai kesepakatan bersama. Siapa yang memiliki keinginan untuk menyewanya dapat menyetor sejumlah uang kepada pemilik ruang parkir ini. Hasilnya, dengan mengundang tim dekorasi pesta bagaikan sulap ruang parkir tersebut lenyap untuk kemudian digantikan posisinya dengan perlengkapan pesta yang gemerlap dengan elemen dekorasi diberbagai sudut ruangan. Tidak lupa meja –meja panjang untuk prasmanan & taplak kainnya yang berenda- renda didatangkan untuk mempertegas ruang pesta ini menjadi lebih hidup.
Sesuatu hal yang istimewa dalam penggunaan spatial? Tidak juga. Menurut, Simin Davoudi dalam Conceptions of Space and Place in Strategic Spatial Planing, ‘this is at the time when there has been major conceptual shift on spatial thinking …. ‘. Penggunaan ruang kini tidak terpaku pada fungsi yang baku ataupun berdekatan saja, tetapijuga yang saling tumpang tindih seiring berjalannya waktu. Sudah banyak penggunaan ruang yang dapat berubah menyesuaikan dengan kebutuhan,selama hal ini tidak menyimpang dan merugikan actor-nya .

12
Jan
12

ugly?

Sebagaimana yang kita tahu, pada umumnya  tanaman yang sengaja ditanam  di pinggir jalan memiliki fungsi selain menjadi penghijauan dalam menyerap udara kotor kota yang keluar dari asap kendaraan bermotor  juga berfungsi menjadi penghias jalan. Keberadaan taman di pinggir jalan bisa membuat jalan menjadi lebih indah apalagi jika ditata dengan baik dan cantik tentu orang yang  berjalan di sekitarnyapun akan merasa nyaman.

Lalu bagaimana jika ada suatu yang tidak biasa terlihat di tempat yang seharusnya dapat menjadi taman-taman yang cantik dipinggiran jalan raya?  Dapatkah kita membayangkan jika ada benda-benda sanitair, yang seharusnya berada di kamar mandi berada di pinggir jalan raya?

Suatu hari, ketika saya sedang survey PA, saya menemukan “suatu hal yang tidak biasa” tersebut di sebuah pinggiran jalan raya di kawasan Palmerah.  Di sana saya melihat tanaman-tanaman  berada tidak pada sebuah pot dimana biasanya tanaman ditempatkan, melainkan berada di dalam wastafel, bak mandi, bahkan toilet-toilet yang sudah tidak terpakai lagi.

Benda-benda tersebut merupakan benda yang biasa kita lihat di dalam kamar mandi, dan menjadi tidak pada tempatnya jika benda tersebut menjadi sebuah wadah tanaman yang menghiasi pinggir jalan. Inipun menjadi ugly jika dikaitkan dengan salah satu pengertiannya yang mengarah pada sesuatu yang tidak pada tempatnya, “the ugly object is an object which is in the wrong place and something that should not be there “. Lalu apakah sesuatu yang tidak pada tempatnya itu akan selalu dikatakan ugly? Bagi saya sendiri, ‘sesuatu yang tidak pada tempatnya’ atau ‘sesuatu yang tidak biasa’ tersebut bisa menjadi sesuatu yang unik, karena dalam proses terbentuknya bisa jadi ada suatu pemikiran-pemikiran kreatif yang ‘gk biasa’ yang membuat hal tersebut berbeda dari yang lain dan memiliki ciri khas tersendiri. Dalam kasus benda-benda sanitair ini, yang membuat saya mengatakan hal tersebut unik adalah karena orang yang menjadikan benda tersebut akhirnya berfungsi sebagai pot tanaman di pinggir jalan raya berani berpikir out of the box, tidak biasa. Mungkin bagi sebagian orang berpendapat hal itu akan merusak pemandangan. Tetapi dia bisa merubah sampah menjadi sesuatu yang berguna bagi mahluk hidup lainnya.

12
Jan
12

Perawatan Trotoar Jalan?

Bulan lalu saya agak risih karena adanya pembongkaran trotoar jalan di sekitar Gereja Katedral, Jakarta Pusat. Jalan tersebut merupakan akses yang biasa saya gunakan untuk berangkat ke kampus sebelum menuju Stasiun Kereta Api Juanda. Pembongkaran tersebut terpaksa menggeser rute saya di mana pedestrian yang seharusnya berjalan di trotoar menjadi berjalan di tepi jalan raya. Berjalan di tepi jalan raya menambah permasalahan baru bagi pejalan kaki karena harus berebut jalur dengan kendaraan bermotor, apalagi di waktu berangkat dan pulang kantor, pejalan kaki menjadi rawan terserempet sepeda motor yang biasanya main salip dari di tepi jalan.

Hal yang menjadi pertanyaan adalah mengapa trotoar tersebut dibongkar dan diperbaharui. Di sisi lain saya sebagai pengguna setia trotoar tersebut :D tidak merasa ada kekurangan dengan kondisi yang selama ini ada, malah yang dirasakan adalah para pejalan kaki menjadi kurang nyaman dengan adanya pembongkaran ini.

Saya merasa bahwa hal ini menjadi sebuah pemborosan dengan memanfaatkan anggaran pemerintah daerah, juga menimbulkan perasaan buruk sangka bahwa ada peluang korupsi dalam proyek tersebut, semoga saja tidak. Saya mencoba mencari informasi lebih lanjut dengan menanyakan hal ini kepada saudara saya yang bekerja di pemerintah daerah. Beliau berkata bahwa pengadaan proyek tersebut kemungkinan besar dalam rangka penghabisan anggaran tahunan di mana biaya memang sudah dianggarkan tetapi tidak sesuai prediksi. Namun saya masih merasa bahwa proyek semacam itu masih merupakan suatu pemborosan, lebih baik pemerintah setempat mengalokasikan dana tersebut untuk pembangunan di daerah yang lebih membutuhkan daripada sekadar membongkar trotoar yang selama ini baik-baik saja kemudian menggantikannya dengan trotoar yang serupa.

12
Jan
12

‘maketing’ or ‘wasting’?

Yaaa..seperti yang sudah sangat kita hafal, selalu ada ketentuan untuk membuat maket didalam setiap proses perancangan, maket struktur lah, arsitektural lah. Sebenarnya untuk eksplorasi ide, keberadaan si maket cukup membantu untuk akhirnya menemukan bentuk dari disain yang diinginkan.entah itu bentuk keseluruhan rancangan maupun hanya bagiannya saja.
Setelah berkembangnya teknologi untuk membuat visualisasi tiga dimensi. Saya merasa keberadaan maket sedikit tidak diperlukan. Bukan sama sekali tidak diperlukan, namun hal tersebut membuat saya agak malas membuat maket. Karena yaaah..hasil gambaran 3 dimensi yang d buat software sejenis sketchup, archiCAD, max dan lainnya ditambah dengan efek photoshop sudah menjadikan bangunan tersebut terlihat nyata.
Kalau boleh jujur, maket yang saya buat beberapa semester terakhir, berakhir di tempat sampah. Yaa setelah melewati beberapa waktu di kamar saya hingga akhirnya memutuskan maket tersebut sebagai sampah dan kemudian membuangnya. Mm..sebenarnya, berdasarkan issue ‘go green’, si maket yang berasal dari bahan-bahan berupa kertas, kapa board plastik dan lainnya yang akhirnya di’buang’ merupakan sebuah ‘wasting’. Dan biasanya, maket yang dihasilkan tidak hanya satu..yaa..setumpuk lah, lumayan.
Jadi, pertanyaannya adalah..kenapa harus bikin maket kalau toh hanya akhirnya akan dibuaaang? Jadi sampah? Well, pertanyaan ini akhirnya saya jawab sendiri, dengan kesimpulan, either harus bikin maket dengan sangat-sangat bagus sehingga menimbulkan perasaan sayang untuk dibuang, atau tidak bikin sama sekali dengan alasan akan menjadi sampah (wasting-red)

12
Jan
12

Parkir perumahan

Dalam sebuah perumahan biasanya terdapat beberapa area yang memang diperuntukkan sebagai area publik/ area bersama yang dapat digunakan oleh semua orang, terutama penghuni perumahan. Area-area yang saya maksud adalah seperti taman, pertokoan, dll, tapi yang ingin saya angkat di sini adalah tentang jalan perumahan. Jalan perumahan berbeda dengan jalan umum, karena dia adalah jalan milik perumahan tersebut dan dengan memasuki jalan tersebut, berarti kita sudah memasuki sebuah area perumahan. Seperti area bersama perumahan lainnya, jalan perumahan paling sering digunakan oleh para penghuni perumahan. Jalan perumahan biasanya digunakan sebagai akses keluar masuk dari area perumahan.

Saya ingin membagi sedikit tentang suatu kejadian yang terjadi di daerah rumah saya. Di dareah rumah saya kebanyakan penghuni rumah memiliki 2 atau lebih mobil. Tapi yang unik adalah kebanyakan garasi rumah-rumah tetangga saya hanya muat untuk 2 mobil, bahkan ada yang hanya muat untuk 1 mobil sedangkan dia mempunyai 3 mobil. Berlebihnya jumlah mobil dibandingkan dengan jumlah yang bisa ditampung oleh garasi pemilik mobil terjadi di hampir semua rumah tetangga saya, bahkan dalam blok tempat saya tinggalpun, hampir semua rumah tidak mempunyai tempat yang cukup untuk memakirkan mobilnya di garasi rumahnya. Karena tidak cukupnya tempat untuk memakirkan mobilnya di garasi mereka masing-masing, maka penghuni rumah mulai menggunakan jalan perumahan di depan rumah mereka untuk memarkir mobil mereka. Hal ini menarik untuk dilihat karena pada saat pagi hari, sore hari, dan weekend, jalan depan rumah saya akan dipenuhi oleh mobil-mobil tetangga saya yang tidak bisa dimasukkan ke dalam garasinya. Tapi pada siang hari, jalan depan rumah saya akan langsung menjadi sepi dan lapang, karena tetangga-tetangga saya akan membawa mobilnya untuk bekerja.


kondisi pemarkiran mobil

Pada saat pagi, sore dan weekend, karena tidak/ belum berangkat bekerja, maka mobil-mobil tetangga saya akan diparkir di jalan depan rumahnya, yang membuat jalan depan rumah saya menjadi lebih sempit. Jalan yang seharusnya selebar 3 mobil, menjadi hanya bisa dilewati oleh 1 mobil saja, karena bagian kiri dan kanan jalan dipenuhi oleh mobil-mobil yang diparkir. Tapi pada saat siang hari, jalan depan rumah saya menjadi sangat lapang dan luas dibandingkan dengan pada saat mobil-mobil milik pemilik rumah diparkir di luar.Perbedaan ini sangat jauh terasa karena pada saat saya naik mobil dan melewati jalan depan rumah saya, maka saya tidak harus menutup cermin pinggir (rear mirror) mobi saya, tapi apabila mobil-mobil milik tetangga saya sedang diparkir di luar, saya harus menutup cermin pinggir mobil saya, karena kalau tidak kadang cermin pinggir mobil saya akan menyenggol mobil tetangga.

Apabila dipikirkan sebenarnya hal yang terjadi ini cukup lucu, karena walaupun tahu garasi mobil sudah tidak bisa memuat mobil lagi, tapi tetangga-tetangga saya masih tetap saja menyimpan mobil-mobil tersebut, sampai akhirnya mengambil area jalan perumahan, yang seharusnya merupakan area milik bersama. Karena kebutuhan akan sebuah area parkir, maka masing-masing penghuni rumah “mengambil” area jalan depan rumahnya yang sebenarnya merupakan jalan perumahan dan merupakan area milik bersama, dan akhirnya malah mengurangi jatah area bersama tersebut. Sehingga kita bisa melihat bagaimana yang awalnya merupakan area bersama, berubah dan berkurang luasnya, karena adanya kebutuhan pribadi masing-masing penghuni untuk sebuah lahan arkir tambahan

11
Jan
12

ugly : Tempat bedak

Image and video hosting by TinyPic
Sebuah benda yang sebenarnya menjadi simbol atau benda yang sangat terkait dengan kecantikan seorang wanita. Tempat bedak yang disertai kaca ini pasti hampir dimiliki oleh setiap wanita. Dimana benda ini berfungsi untuk memepersiapkn diri atau menlihat wajah bagi wanita apakh wajahnya sudah ‘cantik’ atau minimal sudah enak dilihat atau belum. Kehadiran bedak khusus wanita pada benda ini juga sangat penting bagi para wanita. Karena terbukti setelah bedak ini habis, benda ini menjadi jarang difungsikan atau bahakn sama sekali tidak dipakai oleh wanita yang memilikinya. Cermin yang berada didalamnya menjadi tidak berguna lagi dikarenakan tidak adanya bedak didalamnya
Benda ini kemudian menjadi sebuah ‘ugly thing’ disaat bedak didalamnya sudah habis. Sebbuah benda yang sudah tidak berfungsi sesuai fungsinya dan sudah tidak digunakan pada tempatnya. Content atau bagian dari benda ini yang sudah hilang atau habis juga membuatnya menjadi tidak difungsikan kembali.

11
Jan
12

Studioku..rumah keduaku

Studio Aritektur Interior, sebuah ruangan yang terletak di lantai 2 gedung PAF FTUI, merupakan sebuah ruangan yang sudah menjadi rumah kedua bagi kami Mahasiwa Arsitektur Interior angkatan 2008 dan terkhususnya buat saya. Hal ini dikarenakan adanya matakuliah yang selalu menggunakan studio ini sejak semester 1, dimulai dengan mata kuliah senrupa hingga matakuliah PAI(perancangan Arsitektur Interior) 5 yang baru saja selesai.
Sebuah hala yang cukup menyedihkan saat mengetahui kami harus meninggalkan studio ini setelah beberapa hari yang lalu kami baru saja menyelesaikan PAI 5. Studio yang sudah menjadi rumah kedua bagi kami. Hal ini terjadi akibat hampir setiap hari kami berada disturio ini. Dalam seminggu, hari senin hingga jumat kami berada di studio ini.
Image and video hosting by TinyPic
Yang menarik dan ingin saya bahas adalah betapa hubungan antara psikologis dan ruang lingkungan itu mampu terbentuk dari keseharian. Dalam hal ini hubungan yang terbentuk antara mahasiswa-mahasiswa Arsitektur Interior dengan studionya. Hubungan yang sangat susah untuk dijelaskan, dimana sebuah karya arsitektur(studio) itu sudah dapat menjadi cerita dan sejarah tersendiri bagi pelaku yang berada didalamnya. Apakah bangunan atau ruang itu baru bercerita setelah banyaknya aktifitas yang terjadi didalamnya? Ataukah ruang yang sebenarnya itu tercipta dari hubungan berbagai aktifitas orang didalamnya? Dalam hal ini aktifitas dan cerita dari mahasiwa interior itu saling terkait dan membentuk ruang yang tak terlihat oleh kita?
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

11
Jan
12

kosan apa kapal pecah

“kosan apa kapal pecah”

“kosan apa tempat sampah”

inilah kata-kata yang sering terlontar dari mulut teman-teman sekosan ketika melihat kamar saya. Keadaan kamar ini terjadi setiap menjelang internal,external ataupun saat pekerjaan maket.

menurut saya hal seperti sudah wajar di kalangan mahasiswa arsitektur. Kalau saya membereskan kosan dalam keadaan ini saat lsudah selesai total atau kalau sedang “rajin” dibersihkan saat mau istirahat.

ini kamar saya bagaimana dengan kalian?

11
Jan
12

anak dan media elektronik

Seiring dengan perkembangan jaman dan waktu, dimana sekarang alat elektronik menjadi sangat mudah dan murah bagi masyarakat jaman sekarang. Mungkin yang dulunya kita harus mengeluarkan biaya yang sangat besar hanya untuk sebuah handphone, sekarang untuk sebuah handphone saja dengan kocek 300 ribu, kita bisa mendapatkan handphone dengan aplikasi yang cukup baik.

Dengan semakin dibutuhkannya layanan elektronik ini, tidak dapat ditutupi bahwa kenyataannya semua orang pasti memiliki minimal satu alat elektronik yang mereka gunakan sebagai kelangsungan hidup mereka, bahkan anak kecil sekalipun. Anak kecil jaman sekarang sudah banyak yang dibekali alat elektronik oleh orangtuanya dikarenakan masalah kemudahan dalam berkomunikasi dan untuk menunjukkan rasa sayang orang tua kepada anaknya, tidak sedikit anak kecil yang sudah memgang handphone, bahkan ber-bbm ria antar teman sekolahnya, bermain pun jaman sekaran juga sudah menggunakan iPad, PSP, dan media elektronik lainnya,

Hal ini bisa menjadi kemunduran namun juga bisa merupakan kemajuan tergantung si anak itu menggunakannya. Kemuduran ditunjukkan karena sangat akrabnya anak dengan teknologi maka banyak anak-anak menghabiskan waktunya dengan teknologi, dengan entah itu mereka bermain dan lain-lain. Padahal banyak hal lain yang bisa digunakan oleh anak tersebut untuk kemajuannya seperti untuk edukasi.

Tapi taukah anda, bahwa dengan maraknya anak kecil yang sudah dibekali alat elektronik seperti itu, malah menjadi boomerang bagi mereka, dimana banyak kasus penculikan dan pencurian terhadap anak kecil yang salah satunya memang dikarenakan tergiurnya para penjahat dengan alat elektronik, dan dapat dengan mudahnya mengambil dari seorang anak kecil dibandingkan dengan rang dewasa, dan karean daya tahan untuk melawan penjahat bagi anak cukup sulit untuk melawan penjahat.

Oleh karena itu, sebenarnya yang patut disalahkan siapa? Apakah orang tuanya yang memberikan media elektronik tidak pada waktunya?

11
Jan
12

Ugly = dirt / minority?

Dalam tugas “Ugly Object” ini saya akan membahas benda yang sehari-hari yaitu gelas plastik. Ketika dilihat bersama gelas plastik lain, gelas ini terlihat kotor sehingga terlihat jelek. Namun jika dilihat sebagai gelas plastik itu sendiri tanpa dijejerkan bersama dengan gelas bersih lain gelas ini tidak lagi terlihat ugly. Dirt/kotoran yang ada pada gelas tersebut menjadi suatu motif tersendiri pada gelas. Dan bahkan jika dilihat dengan persepsi tertentu gelas ini terlihat lebih menarik.

Hal ini membuat saya berpikir apakah Ugly merupakan ketidaksempurnaan (imperfection) saja. Atau hal itu memiliki ketergantungan terhadap konteks juga. Suatu benda terlihat kotor ketika dilihat bersama benda yang lebih bersih. Namun tidak hanya itu, benda yang bersih itu harus lebih banyak jumlahnya dibandingkan benda yang kotor untuk membuat benda yang kotor itu terlihat kotor.

Coba bandingkan jika hanya ada 2 gelas. Yang bersih dan yang kotor. Tentunya tidak semua orang menganggap yang kotor adalah yang ugly. Bisa jadi yang kotor terlihat lebih menarik

Hal ini membuat saya berpikir lagi bahwa unsur minoritas juga berpengaruh pada faktor ugly. Karena dia tidak sama seperti yang lainnya, Karena dia sendirian/alone, maka dia terlihat ugly.

Dalam persepsi kita terhadap kecantikan juga demikian. Kita terlalu banyak diracuni media bahwa wajah yang cantik itu adalah wajah yang kaukasian. Dan negeri barat memang cukup mendominasi beradaban berikut ilmu pengetahuan. Maka persepsi kita terhadap kecantikan pun demikian. Secara tidak langsung orang barat membuat kita berpikir bahwa wajah yang selain kaukasian adalah ugly. Jadi, agaknya dominasi dan mayoritas/minoritas juga mempengaruhi persepsi kita terhadap ugly.

Lalu apa itu ugly menurut anda?




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 37 other followers