Hampir setiap hari saya melihat pedagang gorengan yang berjualan,
di depan pintu kutek (teknik ui) atau tepatnya di depan kosan Pokus…
Hampir seluruh mahasiswa yang ngekos di wilayah kutek tahu akan keberadaan
pedagang gorengan yang sering disebut dengan gorengan pokus ini…
Mungkin dalam keseharian, kita kurang melihat sisi lain dari apa yang dilakukan pedagang gorengan ini…
Sebagai konsumen, biasanya kita hanya datang, memilih gorengan, membayar, mengambil gorengan,
dan setelah itu pergi meninggalkan pedagang gorengan tersebut…
Apabila kita kembali melihat apa yang di lakukan si pedagang ketika melayani kita saat membeli.
Kita pasti melihat, setelah kita memilih gorengan maka sang pedagang akan langsung
memasukkan gorengan yang kita pilih ke dalam kantung kertas.
Kantung kertas tersebut terbuat dari kertas yang sudah tidak terpakai lagi, lalu di lem
sedemikian rupa sehingga membentuk suatu kantung yang terbuat dari kertas.
Ingatkah? ketika isu Global Warming merebak? penggunaan plastik sebagai kantung,
diduga menjadi suatu hal yang mendukung semakin menjadinya Global Warming tersebut.
Dan penggunaan kantung kertas pun menjadi salah satu solusinya, selain dapat mendaur
ulang kertas bekas yang beredar pada masyarakat, bahan kertas pun dinilai lebih aman
untuk kesehatan tubuh manusia, dan penggunaan kantung plastik pun dapat ditekan.
Nah, tanpa disadari dalam keseharian kita, pedagang gorengan pokus tanpa mereka
sadari sudah turut berpartisipasi dalam gerakan mencintai lingkungan.
Dengan menggunakan kantung kertas daur ulang sebagai wadah gorengan para pembeli.
Namun, sangat disayangkan, mungkin karena sesungguhnya pedagang gorengan ini
belum sadar bahwa mereka telah melakukan hal yang baik dan tepat bagi lingkungan.
Setelah mereka membungkus gorengan dengan kantung kertas, kantung kertas berisi gorengan tersebut
dibungkus ‘LAGI’ dengan kantung plastik. Haha… sungguh sangat disayangkan yaaa….
comments